Suara Sumatera - Ketua Bapillu Partai Demokrat Andi Arief belum lama ini menilai elektabilitas Anies Baswedan tidak kunjung naik karena terlalu lama mengumumkan bakal cawapres.
Untuk itu Demokrat memberikan deadline segera bagi Anies di bulan Juni ini untuk mengumumkan cawapresnya. Demokrat pun akan memberikan evaluasi total dukungan dari Demokrat untuk Anies.
Menanggapi hal itu, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku akan tetap memperjuangkan diri guna menjadi cawapres Anies dan capres lain yang didukung oleh Ijtihad Ulama.
Ia mengaku tokoh yang berasal dari spirit 212 yang murni dan asli sebagai tokoh 212 dan cawapres dari unsur ulama dibutuhkan Anies saat ini.
"Saya akan berjihad konstitusi sebagai cawapres sebagai perwakilan spirit 212 yang sangat murni dan asli sebagai tokoh 212 dan juga saya sebagai orang pertama yang melaporkan Ahok dan dengan perjuangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) dan para ulama dan umat Islam serta tentunya dengan karunia Allah SWT Ahok masuk penjara dan kalah dalam Pilkada siapapun dan itu jelas sangat surprise," kata Novel kepada Warta Ekonomi.
Novel mengaku masih berjuang untuk mendapatkan restu dari ulama agar menjadi pendamping Anies di Pilpres 2024.
Ia mengingatkan bahwa saat melengserkan Ahok di Pilkada 2017, saat itu massa yang mendukung Aksi 212 berjumlah 13 juta. Dengan modal ini, maka capres yang didukung Ijtima ulama berpotensi untuk menang.
"Saat ini saya terus dan terus berjuang sebagai cawapres bagi capres siapa pun selama capresnya didukung dgn Ijtima Ulama dan jelas saya sebagai cawapres yang dipinang capres manapun asal berdasarkan Ijtima Ulama jelas itu sangat surprise dan sangat mewakili 212 karena sejarah politik terfenomenal selama dunia dan manusia diciptakan adalah berkumpulnya massa 212 pernah sampai berjumlah kurang lebih 13 juta jelas ini politik yang rahmatan lil alamin dan harus menang," pungkasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Baca Juga: Mulai Banyak Kehilangan Job, Intip 5 Potret Jenita Janet Mantab Berjilbab
Berita Terkait
-
Jejak Kontroversi PA 212 dari Masa ke Masa: Dulu Tolak Miyabi, Kini Coldplay
-
Tolak Coldplay Datang ke Indonesia, Novel Bamukmin PA 212 Perintahkan Panitia Urung Gelar Konser
-
11 Pihak yang Tolak Timnas Israel ke Indonesia, dari Gubernur sampai Alumni 212
-
Novel Bamukmin Malah Tak Setuju Ucapan Cak Nun: Firaun Itu Bukan Tukang Ngibul Kebalik dengan Jokowi
-
Novel Bamukmin Tidak Persoalkan Anies Dapat Nama Baptis Yohanes: Yang Diharamkan Pluralisme
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
Terkini
-
Kata-kata Bomber Timnas Indonesia Ole Romeny Lanjutkan Karier di Fortuna Sittard
-
Intip Bacaan RM BTS, Ada Fiksi Klasik sampai Self Improvement!
-
Mitchell Baker dan Luke Vickery Dipastikan Absen di Piala AFF 2026, John Herdman Andalkan Ini
-
Perbedaan Loose Powder vs Setting Powder, Kapan Harus Pakai Keduanya?
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang
-
Merayakan Patah Hati Paling Senyap di Buku Jatuh Cinta Diam-Diam
-
Lionel Messi Sebut Laga Kontra Inggris di Semifinal Piala Dunia Jadi Momen Spesial
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung
-
Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok