Suara Sumatera - Beredar narasi yang menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri akan dipenjara lantaran ketahuan mengatur KPK dan KPU untuk menjegal Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Informasi tersebut dibagikan sebuah kanal YouTube bernama Gajah Mada TV belum lama ini dengan judul narasi, "JKW & MEGAWATI BAKAL DIPENJ4R4? JOKOWI DAN MEGAWATI KETAHUAN ATUR KPK & KPU UNTUK JEGAL ANIES!"
Lalu benarkah klaim menyebut Jokowi dan Megawati akan dipenjara gegara ketahuan jegal Anies?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran di video, tidak ada informasi yang menyatakan Jokowi dan Megawati akan dipenjara seperti yang dituliskan pada klaim video.
Faktanya, narasi pada video identik dengan artikel yang diunggah oleh TV One News dengan judul “Denny Indrayana Sebut Anies Segera Menjadi Tersangka KPK.”
Dalam artikel tersebut menjelaskan mengenai pernyataan mengejutkan dari Denny Indrayana, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, mengenai Anies Baswedan yang disebut akan segera menjadi tersangka KPK.
Dalam unggahan nya di sosial media twitter miliknya @dennyindrayana, ia mengatakan bahwa pentersangkaan adalah salah satu skenario pamungkas Istana untuk menjegal Anies Baswedan menjadi kontestan dalam Pilpres 2024.
Denny juga menuding Presiden Jokowi terlibat dalam upaya penjegalan Anies sebagai Capres 2024.
Denny menyebut Jokowi telah menyiapkan 10 langkah dalam memuluskan rencananya tersebut.
Baca Juga: Sayang Anak, Inilah 5 Sosok Ayah dalam Drama Korea yang Bisa Jadi Panutan
Melansir Detik, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri angkat bicara soal pernyataan Denny Indrayana. KPK membantah telah menetapkan adanya tersangka dalam kasus Formula E. Ali mengatakan pihaknya tidak akan menanggapi pernyataan yang bersifat asumsi belaka. Dia menegaskan kerja KPK tidak terpengaruh kepentingan politik tertentu.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, video dengan klaim Jokowi dan Megawati akan dipenjara gara-gara ketahuan menjegal Anies merupakan kabar hoaks.
Dengan demikian, klaim video yang dibagikan kanal YouTube bernama Gajah Mada TV masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci