/
Selasa, 04 Juli 2023 | 14:43 WIB
Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan. (Suara.com)

Suara Sumatera - Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan menepis adanya tudingan keluarga Presiden Jokowi melakukan dinasti politik. Djarot menilai dinasti politik itu jika antar anggota keluarga berada di partai yang berbeda. 

"Dinasti politik itu jika seseorang masuk proses politik dan itu dibagi, disebar ke banyak partai.  PDI Perjuangan tidak seperti itu. Dalam satu keluarga itu harus satu partai," kata Djarot, Selasa (4/7/2023).

"Dinasti politik itu apabila ada seseorang satu di partai A, lainnya d partai B saudaranya di partai C membentuk satu dinasti, PDI Perjuangan tidak," sambung Djarot. 

Dirinya mengatakan siapa saja yang masuk PDI Perjuangan harus melewati proses kaderisasi, meski sumber utama kader partai adanya ikatan keluarga.  

"Yang kedua, siapapun yang masuk di PDI Perjuangan itu terbuka tetapi melalui proses. Proses pendidikan politik, proses kaderisasi, siapapun juga. Karena kita tahu bahwa sumber utama kader partai itu dari keluarga, baru dari lingkungan masyarakat, baru dari hubungan historis," katanya.

Djarot tidak melihat keluarga Jokowi melakukan dinasti politik. Selain itu, dirinya mengatakan anak dan menantu Jokowi, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution yang menjadi kepala daerah melalui kaderisasi.

"Saya tidak melihat itu, Mas Bobby, Mas Gibran itu melalui proses, tidak ujug-ujug kan gitu. Sama seperti Mbak Puan sejak SMA sudah ikut. Apa tidak boleh? Boleh dong, apa ini hanya terjadi di Indonesia? Tidak. Di Amerika terjadi, dimana-mana di Singapura," katanya. 

Load More