/
Rabu, 05 Juli 2023 | 14:40 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan di Medan, Rabu (5/7/2023). (Suara.com/Suhardiman)

Suara Sumatera - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan soal kasus Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang. Dirinya mengatakan kasus itu masih diselidiki Bareskrim Polri.  

"Saya kira Bareskrim saat ini sedang melaksanakan penyidikan," kata Listyo di Medan, Rabu (5/7/2023).

Listyo enggan berkomentar banyak soal kasus tersebut. Ia meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyidikan kepolisian.

"Kita tunggu saja hasilnya," ungkapnya. 

Dalam kasus ini, Dittipidum Bareskrim Polri memutuskan untuk meningkatkan status perkaranya dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Status itu ditingkatkan usai ditemukan adanya unsur pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 156A KUHP.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, keputusan itu diambil berdasar hasil gelar pekara usai dilakukannya pemeriksaan terhadap Panji Gumilang. 

"Kami sampaikan selesai pemeriksaan penyidik telah gelar perkara bahwa perkara kita tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," katanya, Senin (3/7/2023).

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengaku pemerintah belum memutuskan untuk mencabut izin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun. 

"Belum ada keputusan sampai ke situ. Kita belum sejauh itu untuk memutuskan. Mendiskusikan sudah pernah, tapi kita tidak memutuskan hal yang seperti itu," kata Mahfud melansir Antara.

Baca Juga: Link Nonton The Pig Child Sub Indo Viral di TikTok, Eksperimen Ilmuwan Hamil Sel Hewan!

Mahfud menyebut pemerintah masih menampung usulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membekukan izin Al Zaytun.

"Kita tampung dulu, sebagai masukan bagus karena beliau yang tahu di daerah. Beliau tahu di lapangan Jawa Barat. Tapi lihat dari atas lagi, daerah lain bagaimana? Jangan sampai berimplikasi satu tempat di tutup, daerah lain kok tidak," cetusnya.

"Kita kan (melihat) seperti helikopter nih dari atas lihat ke bawah. Ridwan Kamil benar melihat di situ ada masalah yang harus dia usulkan, tapi kami putuskan berdasarkan (melihat seluruh) Indonesia," katanya.

Load More