Suara Sumatera - Mempunyai anak setelah menikah menjadi impian setiap pasangan suami istri (pasutri). Anak merupakan anugerah yang diberikan Tuhan.
Untuk itu, kehamilan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh seorang istri. Namun, masih pasangan yang berjuangan untuk mendapatkan dua garis di testpack.
Mengonsumsi beberapa jenis makanan yang bergizi dapat meningkatkan kesuburan, sehingga berpeluang seseorang untuk hamil.
Para ahli diet menyebut hanya mengandalkan makanan tertentu tidak dapat secara efektif meningkatkan kesehatan reproduksi. Mungkin ada beberapa faktor mendasar yang berperan, seperti penyumbatan saluran tuba, yang dapat menghalangi sperma mencapai sel telur.
Melansir Antara Sabtu (8/7/2023), mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang dapat meningkatkan kesehatan reproduksi baik pada pria maupun wanita. Berikut beberapa pilihan makanan yang direkomendasikan oleh para ahli untuk mengoptimalkan peluang kehamilan:
1. Biji bunga matahari
Kaya akan vitamin E, biji bunga matahari adalah "penyelamat" kesuburan. Benihnya ditemukan mampu meningkatkan jumlah sperma dan motilitas sperma. Selain itu, biji bunga matahari dikemas dengan folat dan selenium, yang merupakan kebutuhan mendasar bagi kesuburan pria dan wanita. Biji bunga matahari juga memiliki asam lemak Omega-6 dalam jumlah tinggi, yang secara efektif meningkatkan kesuburan.
2. Keju tua
Keju yang matang memiliki indeks nutrisi yang tinggi, serta poliamina, protein yang ditemukan dalam produk tumbuhan dan hewan. Protein ini juga terjadi secara alami pada manusia dan sangat penting untuk berfungsinya sistem reproduksi.
Baca Juga: Prabowo Dinilai Berpeluang Besar Menangi Pilpres 2024, Ini Alasannya
Keju matang diketahui dapat meningkatkan produksi sperma dan memiliki manfaat potensial untuk meningkatkan kesehatan sel telur, terutama pada wanita berusia 35 tahun ke atas.
3. Produk susu berlemak
Produk susu penuh lemak, seperti susu murni, keju, dan yogurt, dapat bermanfaat untuk kesuburan bagi mereka yang dapat mentolerirnya. Produk-produk ini kaya akan lemak jenuh, yang berperan penting dalam produksi dan regulasi hormon, mendukung fungsi reproduksi.
Selain itu, mereka menyediakan vitamin esensial yang larut dalam lemak seperti A, E, D dan K, yang berkontribusi pada keseimbangan hormon dan meningkatkan kualitas telur, tentunya, juga dengan tidak mengonsumsi berlebihan.
Sebuah studi Harvard menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi produk susu penuh lemak lebih kecil kemungkinannya mengalami masalah ovulasi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi produk susu rendah lemak.
4. Delima
Berita Terkait
-
3 Dampak Negatif Gaslighting yang Mengganggu Kesehatan Mental, Awas Bahaya!
-
4 Bahaya Sleep Call bagi Kesehatan, Segera Hindari!
-
Terlihat Sepele, Ini Segudang Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari Bagi Tubuh!
-
Jangan Anggap Sepele, Ini 4 Risiko Kerusakan Kulit dan Mata akibat Sunburn
-
5 Fakta Ngidam yang Bikin Was-was Perempuan, Jangan Pernah Percaya Mitos
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara
-
Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?