- Polres Metro Jakarta Utara mengungkap pabrik narkoba jenis etomidate skala industri rumahan yang dikendalikan WNA China berinisial HC.
- Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan tindak pidana penyekapan di sebuah hotel kawasan Ancol pada April 2026.
- Polisi menyita bahan baku dan ratusan cartridge vape etomidate siap edar dari tiga lokasi apartemen di Jakarta Utara.
Suara.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro (Polrestro) Jakarta Utara berhasil membongkar praktik haram berskala industri rumahan yang memproduksi narkotika jenis etomidate.
Bisnis gelap ini dikendalikan oleh seorang warga negara asing atau WNA China berinisial HC (51).
Tersangka menyulap unit apartemen di kawasan Jakarta Utara menjadi pabrik pengolahan liquid vape berbahaya yang siap edar.
Keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian setelah menangkap tersangka HC di sebuah apartemen beberapa waktu lalu.
Polisi tidak berhenti pada penangkapan awal, melainkan terus menelusuri jejak produksi barang haram tersebut hingga ke akar-akarnya.
"Kami mengembangkan kasus industri rumahan narkoba jenis etomidate yang dimiliki WNA China berinisial HC (51) dan menggerebek di dua lokasi lainnya," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakut AKBP Ari Galang Saputro di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dari hasil penggeledahan di dua lokasi berbeda tersebut, petugas menemukan fakta mengejutkan mengenai skala produksi yang dilakukan tersangka.
Polisi menyita berbagai barang bukti mulai dari bahan baku mentah hingga cartridge vape yang sudah berisi etomidate dan siap dikonsumsi oleh para pengguna.
Petugas melakukan penyisiran mendalam di lokasi kedua dan menemukan tumpukan cartridge kosong.
Baca Juga: Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
Barang-barang tersebut diduga kuat akan digunakan oleh tersangka HC untuk mengemas liquid etomidate sebelum dilempar ke pasar gelap.
Tak berhenti di situ, pencarian berlanjut ke lokasi ketiga yang menjadi pusat produksi utama.
“Lalu, petugas mengembangkan ke lokasi ketiga dan menemukan ratusan vape etomidate yang sudah terbungkus dan siap untuk diedarkan," ujar Ari sebagaimana dilansir Antara.
Di lokasi ketiga ini, polisi menemukan bukti-bukti teknis yang menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah sebuah home industry yang terorganisir.
Selain ratusan vape siap edar, petugas juga mengamankan enam bungkus bahan baku utama yang digunakan untuk meracik cairan mematikan tersebut.
"Kami juga menemukan barang-barang alat produksi yang digunakan oleh tersangka untuk memasak, untuk memasukkan, sehingga cartridge vape tersebut bisa diedarkan," tutur Ari.
Tag
Berita Terkait
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
-
Divonis 7 Tahun Penjara, Tim Kuasa Hukum Baru Ammar Zoni Pertimbangkan Banding dan PK
-
Langgar Izin Tinggal, 2 WNA China Dipulangkan Lewat Bandara Juanda
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor