- Pansus RT/RW Tangerang Selatan mengkaji dugaan pengalihan jalur Kali Ciputat oleh proyek BXC Mall yang memicu banjir.
- Warga Perumahan Taman Mangu Indah mengawal penyelidikan dampak pembangunan terhadap peningkatan elevasi air di wilayah mereka.
- Kelalaian kontraktor pembangunan tanggul tahun 2024 menyebabkan pendangkalan sungai akibat pembuangan puing beton ke dalam kali.
Suara.com - Keluhan warga Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) mengenai musibah banjir memasuki babak baru.
Pansus RT/RW Tangsel kini tengah menyoroti dan mengkaji dampak pembangunan proyek Bintaro Jaya Xchange (BXC) Mall yang diduga kuat menjadi salah satu pemicu meningkatnya intensitas banjir di wilayah tersebut.
Persoalan ini mencuat setelah adanya dugaan pemutusan atau pengalihan jalur Kali Ciputat demi kepentingan pembangunan pusat perbelanjaan tersebut.
Ketua RW 06 menegaskan bahwa warga melalui Pansus RT/RW Tangsel terus mengawal permasalahan ini secara serius.
Menurutnya, perubahan alur sungai di kawasan BXC menjadi diduga nejbadi faktor krusial bagi kondisi air di hilir.
“Kita sudah ada perwakilannya di Pansus RT/RW Tangsel. Jadi kita tunggu saja hasilnya, karena intinya salah satunya adalah pemutusan jalur Kali Ciputat yang di BXC,” ujarnya saat ditemui di Balai Warga Perumahan Taman Mangu Indah, Rabu (6/5/2026).
Boy menambahkan, koordinasi melalui Pansus ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam sejauh mana dampak pemutusan aliran Kali Ciputat di kawasan BXC terhadap elevasi air di Perumahan Taman Mangu Indah.
Dugaan Kelalaian Kontraktor dan Pendangkalan Kali
Selain faktor eksternal dari proyek BXC, kondisi ini diperparah dengan proyek tanggul tahun 2024 di wilayah RW lain Perumahan Taman Mangu Indah.
Baca Juga: Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat
Berdasarkan informasi Ketua RW Boy Irvan, pembangunan tanggul di wilayah RW 12 sempat mengalami kendala serius yang berdampak pada pendangkalan sungai.
“Dulu sebenarnya dikeruk, cuma di seberang sana (RW 12) ada pembangunan tanggul yang sempat jebol. Karena pengerjaannya terburu-buru, akhirnya kontraktor harus membayar ganti rugi kepada warga yang terdampak,” jelas Pak RW.
Dampaknya, karena dana dialokasikan untuk ganti rugi, pihak kontraktor diduga kehabisan anggaran untuk pembuangan puing sisa material.
“Akhirnya mereka tidak ada lagi dana buat buang puing, jadi sisa-sisa bongkaran beton itu dibuang ke dalam kali. Itu salah satu kelalaian kontraktornya,” kata dia.
Hadiat, Ketua RT 09, menyebut bahwa alih-alih mengangkut sisa beton, material tersebut justru dibenamkan di dasar sungai.
“Waktu tanggul diperbaiki, beton-beton lamanya dibabat. Harusnya kan diangkut keluar, tapi kalau kontraktor yang di wilayah Jurang Mangu Barat itu malah langsung dilempar ke kali. Akhirnya jadi pendangkalan,” ungkap Hadiat
Senada dengan hal itu, Dias, seorang petugas keamanan setempat, menilai pengerukan yang dilakukan tidak menyeluruh.
“Cetek (dangkal) itu karena waktu pasang tanggul tidak dikeruk semua. Harusnya kan dikeruk dan dibuang, bukan bongkaran ditinggal di sini. Jadi bukannya makin dalam, dasar kalinya malah naik,” kata Dias.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!
-
Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya Bukan Cuma Hujan Deras
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda