Suara Sumatera - Kondisi yang bikin miris dialami ratusan remaja di Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) yang diketahui terpaksa dinikahkan, atau dengan kata lain minta dispensasi menikah.
Hal ini diungkapkan Pengadilan Agama Kota Lubuklinggau Sumsel. Pengadilan mencatat terdapat ratusan remaja yang mengajukan dispensasi nikah karena mengalami hamil sebelum menikah resmi.
Pengadilan Agama Lubuklinggau mengatakan sepanjang Januari hingga Juli 2023 ini terdapat 195 remaja mengajukan dispensasi nikah di usia dini, karena mereka sudah berhubungan suami istri meski belum masuk ke usia pernikahan.
Dispensasi nikah ini merupakan pemberian hak kepada seseorang guna menikah meski usia pengantin belum memasuki usia pernikahan. Catatan setengah tahun ini, jumlah pengajuan yang masuk ke PA Lubuklinggau mencapai ratusan.
Jumlah ini berasal dari Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara (Muratara). "Hanya sekitar lima persen saja calon pengantin yang mengajukan dispensasi nikah statusnya masih perjaka atau perawan," sambungnya.
Selain karena pergaulan bebas penyebab lainnya pemberian dispensasi nikah karena yang bersangkutan sudah putus sekolah dan ingin menikah meski pun masih di bawah umur.
Karena ada perubahan Undang-Undang Perkawinan, dari yang sebelumnya usia pernikahan untuk perempuan 16 tahun kini menjadi 19 tahun.
Selanjutnya karena alasan hal yang sangat mendesak sebagaimana Undang-Undang nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 7 ayat 2.
Baca Juga: Tak Undang Relawan Anies di Apel Siaga Perubahan, NasDem: Mereka Pejuang Semua Partai Koalisi
Berita Terkait
-
PS Palembang Juarai Piala Gubernur Sumsel, Hattrick!
-
Palsukan Surat Saat Pimpin PKS, Ketua Partai Gelora Sumsel Divonis 1 Tahun Penjara
-
3 Calon PJ Wali Kota Palembang Diajukan, Nama Kadis Perkim Sumsel Disebut-Sebut
-
5 Kilogram Sabu Asal Malaysia Gagal Beredar di Palembang, Bandar Masih Buron
-
Kontra Thailand di Semifinal AFF U-19, Timnas Putri Indonesia Mainkan Strategi Ini
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring