Suara Sumatera - Beredar unggahan di media sosial yang membahas kampanye berbahasa Mandarin, yang diduga dilakukan untuk mengalahkan salah satu pihak di Pilpres 2024 mendatang.
Di dalam unggahan juga terdapat 2 video rekaman suara yang dilampirkan. Pertama, video rekaman suara yang berisi informasi mengaku Kolonel PPIR Yananto Baroto yang menyatakan bahwa terdapat tata cara kampanye serta petunjuk-petunjuk pemilu yang berbahasa Mandarin.
Kedua, video rekaman dengan foto Ganjar Pranowo yang menyatakan bahwa Ganjar Pranowo telah dipersiapkan oleh Partai Komunis China sejak tiga tahun lalu dan telah disokong dengan dana operasi pemenangan sebesar Rp200 Juta untuk satu kali kegiatan.
Narasi tersebut dibagikan akun bernama Esha di grup Facebook INDONESIA BERSUARA pada 9 Juli 2023 lalu. Pengunggah mencantumkan narasinya sebagai berikut:
“Walah-Walah pilpres 2024 yang punya gawe bangsa Indonesia, kok ada petunjuk pemilu berbahasa china ini untuk siapa kalau bukan untuk mengalahkan Anies dengan cara curang…. gawat, gawat, gawat kalau bangsa indonesia gak cermat dan peka…. ”
Lantas benarkah kabar Partai Komunis China biayai kampanye Ganjar?
PENJELASAN
Dari penelusuran yang dilakukan, tidak ada informasi valid yang menjelaskan dan mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.
Faktanya, terdapat beberapa kekeliruan yang terkandung di dalamnya. Pertama, tentang kampanye dan tata cara pemilu yang berbahasa Mandarin menuju Pilpres 2024.
Isu ini telah terverifikasi sebagai hoaks lama dan telah dibuatkan artikelnya di turnbackhoax.id pada Januari 2023 lalu.
Baca Juga: Buntut Temui Prabowo Subianto, Budiman Sudjatmiko Akan Dipanggil DPP PDIP
Selain itu, perihal nama seorang kolonel yang disebut di dalam rekaman, tidak didapati data yang valid untuk mengonfirmasi sosok Kolonel PPIR Yananto baroto.
Kedua, tidak ada informasi valid mengenai pendanaan terhadap operasi pemenangan Ganjar oleh Partai Komunis China.
Gambar Ganjar Pranowo yang duduk dengan beberapa orang di dalam video merupakan gambar Ganjar Pranowo dengan beberapa pengusaha yang ada di Jawa Timur, yang menyatakan dukungannya untuk mendukung Ganjar pada Pilpres 2024.
KESIMPULAN
Berdasarkan keterangan di atas, klaim yang menyebutkan kampanye dan petunjuk pemilu berbahasa Mandarin serta Ganjar Pranowo yang telah dipersiapkan Partai Komunis China dan dibiayai sebesar Rp200 juta merupakan hoaks.
Dengan demikian, video dengan klaim yang dimaksud masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa