Suara Sumatera - Seluruh Wali Kota se-Indonesia dikabarkan memberikan dukungannya terhadap Capres 2024 dari Partai NasDem Anies Baswedan.
Kabar dukungan Wali Kota se-Indonesia kepada Anies Baswedan dibagikan sebuah akun Facebook bernama Perspektif belum lama ini.
Adapun judul narasi yang dibagikan pengunggah sebagai berikut:
"Prab0wo G4njar Gi9it Jar1 Vi5i Mi5i An1es Jadi Id0ala Ac4ra Pert3muan Wali Kota Se Indonesia."
Lalu apakah benar klaim yang menyebut Wali Kota se-Indonesia nyatakan dukungan ke Anies?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa seluruh Wali Kota di Indonesia memberi dukungan kepada Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Faktanya, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Narator dalam video hanya membacakan salah satu artikel milik cnnindonesia.com dengan judul “APEKSI Pastikan Anies ke Makassar, Satu Forum dengan Ganjar-Prabowo.
Salah satu cuplikan video identik memperlihatkan sosok Bakal capres Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan potongan video tersebut sama dengan unggahan akun Youtube milik Harian Kompas dengan judul “Pemanasan, Prabowo, Ganjar, dan Anies Satu Panggung Adu Argumen”.
Baca Juga: Rayakan Tahun Baru Hijriah, Ganjar Pilih Kumpul Bareng Ratusan Relawan Pendukungnya di Jakarta
Ketiga bacapres ini hadir di forum Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia, di Makassar, Sulawesi, Selatan, Kamis (13/7/2023). Adu gagasan disampaikan di depan Wali Kota se-Indonesia dengan tema Indonesia dan tantangan pembangunan kota di masa depan.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, kabar yang menyatakan seluruh Wali Kota se-Indonesia beri dukungan Anies Baswedan untuk jadi Presiden di 2024 merupakan hoaks.
Hingga artikel ini ditulis tidak ada kabar valid terkait seluruh wali kota di Indonesia mendukung Anies Baswedan jadi presiden.
Dengan demikian, klaim video tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru