Suara Sumatera - Muncul rencana menggunakan pemain asing pada Liga 2 musim kompetisi 2022/2023 yang akan digulirkan pada bulan September nanti, yakni setiap klub diperbolehkan untuk menggunakan 2 (dua) pemain asing (1 (satu) pemain dari Asia ditanggapi oleh asosiasi pemain profesional.
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) melayangkan surat penolakan terhadap pemain asing di liga 2 tersebut.
Kedua pamain asing tersebut, satu di antaranya bisa berasal dari sejumlah negara sedangkan satu pemain asing lainnya harus berasal dari pemain di regional Asia. Meski ada isyarat tersebut, APPI menilai liga 2 disarankan tidak diperlukan diperkuat oleh pemain asing.
Usulan APPI pun telah disampaikan dengan melayangkan surat ke PSSI yang menjelaskan apa yang menjadi alasannya menolak pemain asing bermain di liga 2.
APPI menilai jika penggunaan dua pemain asing akan berdampak pada pemain lokal Indonesia. Dengan penambahan dua pemain asing maka akan membuat pesepakbola Indonesia kehilangan pekerjaan, terutama mereka yang sebelumnya bermain di liga 2.
"Hal ini akan memicu timbulnya masalah di kemudian hari termasuk mengiminilir makna sepakbola sebagai sebuah penghidupan," tulis surat tersebut.
Usulan ini pun ramai mendapatkan komentar dari netizen di media sosial APPI. Banyak yang menilai jika saran APPI tidaklah tepat.
Karena kehadiran pemain asing akan diperlukan guna memberikan stimulan skill pemainan bagi pemain lokal.
Adapun hal yang perlu diperbaiki, ialah mental sepak bola indonesia, bukan regulasinya.
"Mental yg perlu di ubah bukan regulasinya. Masa iya semuanya diminta untuk dipertimbangkan, liga satu pke 6 pemain asing byk yg protes sekarang liga dua pke pemain asing byk yg protes jg. Ini menandakan mentalitas kita tdk bisa bersaing. Yok revolusi mental," kata netizen.
Berita Terkait
-
Keputusan Komdis PSSI, Bali United Disanksi Rp 50 Juta Karena Kartu Kuning
-
2 Eks Pemain Klub Liga 2 Kini Berkarier di Luar Negeri, Siapa Saja?
-
Minimalisir Permasalahan Perwasitan, PSSI Genjot Program VAR
-
Indonesia Ketinggalan Lagi, Vietnam Resmi Dapat Restu FIFA Gunakan VAR
-
Wasit BRI Liga 1 dan Liga 2 Lanjutkan Pelatihan VAR, Materi Lebih Serius
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral Diduga 'Keluarga' Menteri
-
Susul BTS, Justin Bieber Ikut Tampil di Half Time World Cup 2026
-
Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat
-
Tentang Tiongkok, Sosialisme yang Mengabdi kepada Rakyat
-
Inggris vs Norwegia: Tuah Dukun Afrika Melawan Pasukan Viking yang Tersisa
-
Tren Intimate Wedding 2026: Saat Gengsi Pesta Mewah Mulai Ditinggalkan
-
Payung Biru di Ujung Musim Hujan
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo
-
Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin