/
Kamis, 03 Agustus 2023 | 15:15 WIB
Klub Sriwijaya FC (Suara.com)

Suara Sumatera - Klub sepak bola dengan homebase di Sumatera Selatan (Sumsel), Sriwijaya FC mencatat perjalanan panjang sebagai klub profesional. Di awal perjalanannya, Sriwijaya FC bukan lahir di kota pempek, Palembang, Sumsel.

Sriwijaya FC bermula dari provinsi Jakarta dengan nama awal, Persijatim Jakarta Timur. Persijatim berdiri pada tahun 1976 sebagai Perserikat sepak bola di Jakarta Timur.

Selama 11 tahun dari tahun lahir tersebut, Persijatim memulai kompetisi Perserikat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1987.

Pada awal karir tersebut, Persijatim mampu promosi dari Kompetisi Perserikat 1987 atau Divisi II menuju Divisi I Perserikat 1988. Keberhasilan Persijatim ternyata tidak seharum klub kebanggan Jakarta lainnya, seperti Persija.

Persijatim tersisih dari perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. 

Di tahun 2001 Persijatim mencoba beralih haluan dengan memboyong home base pindah ke Solo sehingga berubah nama menjadi Persijatim Solo FC. Tiga tahun berjalan di Solo, kipra Persijatim Solo FC berakhir di tahun 2004 sehingga diambil alih oleh Pemprov Sumsel.

Pengambilalihan tidak lain guna memanfaatkan fasilitas Stadion Gelora Sriwijaya yang telah dibangun untuk menyambut PON XVI agar tidak terbengkalai. Ditetapkan pada tanggal 23 Oktober 2004 dijadikan sebagai hari berdiri Sriwijaya FC secara resmi. 

Kemenangan perdana Sriwijaya FC pada tahun 2008. Saat itu, klub kebanggaan masyarakat Sumsel berhasil menyabet juara Liga Djarum Indonesia. 

Di tahun yang sama, Sriwijaya FC juara Piala Indonesia atau Copa Indonesia. Keberhasilan tersebut membuat Sriwijaya FC bergelar penghargaan rekor MURI sebagai tim sepakbola pertama di Indonesia dengan meraih double winner di satu musim.

Baca Juga: Polisi Janji Profesional Tangani Kasus Mobil Anggota DPRD Lampung Tabrak Bocah Sampai Meninggal

Di musim 2009, Sriwijaya FC kembali memboyong juara Piala Indonesia untuk yang kedua kalinya. Tidak berhenti di situ, pada musim 2010 Sriwijaya FC juga menyambet Piala Indonesia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Masih di tahun 2010, Sriwijaya FC menjuarai pertandingan Inter Island Cup dan Community Shield.

Berselang dua tahun, tepatnya tahun 2012 Sriwijaya FC kembali meraih juara Liga Indoensia dan Inter Island Cup. Di tahun-tahun ini, Sriwijaya FC terus mengukir prestasinya.

Kemenangan berlanjut di tahun berikutnya, 2013. Klub Laskar Wong Kito berhasil meraih juara dalam Liga Indonesia U-21.

Keberhasilan menjadi juara tidak berpihak pada Sriwijaya FC di tahun 2014. Klub sepakbola itu hanya mampu bertahan di Runner Up dalam perebutan Piala Surya Citra Media Cup.

Pada tahun 2015, Sriwijaya FC hanya membawa pulang piala Runner Up Surya Citra Media Cup dan Piala Presiden. Pada pertandingan Piala Gubernur Sumsel, Sriwijaya FC menyambet piala juara.

Di tahun 2016 dalam Piala Bhayangkara, Sriwijaya FC hanya berada di peringkat ketiga.

Di tahun yang sama, Sriwijaya FC meraih peringkat keempat dalam Piala Gubernur Kalimantan Timur.

Berselang dua tahun, titik balas dendam berhasil dilakukan Sriwijaya FC dengan meraih juara dalam Piala Gubernur Kaltim.

Di tahun 2018 pula Laskar Wong Kito hanya berhasil meraih peringkat ketiga Piala Presiden.

Sriwijaya FC mengalami degradasi atau turun kasta ke liga 2 yang menempati peringkat 17 pada akhir liga 1 di tahun 2018. Pada musim liga 2 tahun 2021, Sriwijaya FC hanya bertahan di 8 besar. 

Pada pertandingan tersebut membuat Sriwijaya FC gagal melaju ke semifinal sehingga mencoba bertanding lagi di musim liga 2 tahun 2022.

Kekinian, Sriwijaya FC pun masih berada mengarungi liga 2 laga musim tahun 2023/2024. 

Load More