/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 13:05 WIB
Ilustrasi Miss Universe Indonesia 2023. Ajang Miss Universe diduga sarat suap. (Instagram)

Suara Sumatera - Ajang kecantikan Miss Universe Indonesia 2023 menuai kontroversi setelah adanya pengakuan finalis yang mengalami pelecehan seksual.

Pelecehan seksual terjadi ketika para Finalis Miss Universe 2023 menjalani proses pengecekan badan. Di momen itu, ada sejumlah orang yang meminta mereka telanjang lalu memfotonya.

Kasus ini sudah masuk ke ranah hukum setelah ada finalis Miss Universe 2023 yang membuat laporan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual.

Belum reda skandal pelecehan seksual, ajang Miss Universe ini diduga sarat suap. Dugaan ini muncul karena Fabianne Nicole menjadi pemenang ajang bergengsi itu.

Warganet merasa aneh anak dari Natalia Tanudjaja, Direktur Utama MNC Land, itu memenangkan kontes padahal tinggi badannya tidak memenuhi ketentuan awal 168cm.

"Paling kiri sponsor utama 5 ember, 5 wajan, 5 panci, 5 sikat WC, 5 baskom," sindir @xlyw*** dalam sebuah komentar di unggahan @missuniverse_id.

"Ini tuh yang viralkan wkwkwkw," ejek @welly_afri***.

Terkait tudingan tersebut, pemenang Miss Indonesia 2014, Diana Jo buka suara. Ia mengatakan bahwa tudingan suap Rp5 miliar itu tidak benar.

"Kami tidak ada 'miss titipan berbayar 5M'. Kami pure sponsor dari klinik kecantikan kecil saja. Tolong jangan membuat berita yang tidak benar dan membuat pencemaran nama baik mama saya," kata Diana Jo dalam Instagram Story pada Senin (7/8/2023).

Baca Juga: Anak Pemalu? Ini 6 Tips Melatih Berani Public Speaking Sejak Dini

Diana Jo juga mengatakan bahwa para juri memiliki alasan tersendiri mengapa memilih Fabianne Nicole menjadi pemenang.

"Saya rasa para juri punya alasan tersendiri atas keputusan mereka, mengingat bahwa para juri lah yang lebih mengenal para kandidat @missuniverse_id dibanding kita," katanya menyambung.

Istri dari miliader Nico Purnomo Po itu meyakini bahwa ada oknum yang sengaja menggiring opini agar ajang nama Miss Universe Indonesia ini menjadi buruk di mata publik.

Load More