/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 16:17 WIB
Ilustrasi Annisa Pohan dan AHY Nonton Dewa 19. Annisa Pohan kritik pemerintah terkait polusi udara di Jakarta. (Instagram/@agusyudhoyono)

Suara Sumatera - Annisa Pohan mengkritik pemerintah terkait polusi udara di Jakarta yang makin memburuk.

Lewat unggahan di Instagram, Annisa Pohan memposting pemberitaan media mengenai penyebab polusi udara di Jakarta.

Salah satu penyebab utama terjadinya polusi udara di Jakarta adalah keberadaan PLTU berbasis batubara di sekitar Jakarta.

Dalam kutipan berita yang diambil Annisa Pohan, tertera pula kalimat, "Mengapa pemerintah dinilai 'tidak berani perketat aturan?'".

Salah satu PLTU Batubara yang dipermasalahkan adalah PLTU Batubara di Lontar di Tangerang, Banten. Seorang warga merasakan langsung dampak polusi yang terjadi di dekat PLTU tersebut.

Annisa Pohan lantas menyoroti apa yang seharusnya bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan.

"Karena saat ini sudah banyak yang sakit ISPA parah, khususnya anak-anak," kata Annisa Pohan dalam postingan di Instagram, Senin (14/8/2023).

Menurut Annisa Pohan, polusi udara dalam jangka panjang menyebabkan penyakit parah.

Di akhir postingan, perempuan yang juga dipanggil Annisa Yudhoyono tersebut berharap, pemerintah segera menemukan solusi atas permasalahan polusi ini.

Baca Juga: Berbaiat ke ISIS 2014, DE Terpapar Paham Terorisme Sebelum Masuk PT KAI

"Jadi untuk yang kesal kepada saya, saya hanya dalam kebingungan dan ingin bantu mengangkat berita. Bukan mengkritik, tapi berharap yang membuat kebijakan dapat mencari solusi yang signifikan," ucapnya mengakhiri.

Sejumlah netizen malah mengkritik balik Annisa Pohan. Netizen mengungkapkan adanya PLTU batubara di daerah tersebut, diresmikan Susilo Bambang Yudhoyono saat menjadi presiden.  

"Coba googling mbak, PLTU Lontar itu nyang meresmikan mertua sampean, Bapaknya AHY, Pak SBY bulan Desember 2011," kata @eba*****.

"Coba gih tanya dan minta tanggung jawab ke Pak SBY. Kenapa dulu diresmikan dan sekarang sampean bilang jadi penyebab polusi," imbuhnya.

Load More