Suara Sumatera - Hiperseks merupakan gangguan perilaku seksual kompulsif atau kecanduan seks. Dalam kondisi itu, seseorang mengalami fiksasi obsesif terhadap seks, tindakan seksual, dan fantasi seksual.
Meski kondisi ini lebih umum terjadi pada laki-laki, perempuan juga dapat mengalami hiperseksualitas. Berikut ini tanda perempuan hiperseks dan kapan harus dibawa ke dokter seperti dikutip dari Very Well Mind.
Hiperseksualitas pada perempuan dapat termanifestasi dalam berbagai perilaku dan gejala. Beberapa tanda-tanda yang mungkin muncul antara lain:
- Perilaku Seksual Kompulsif: Perempuan dengan hiperseksualitas mungkin merasakan dorongan yang kuat dan sulit diatasi untuk terlibat dalam aktivitas seksual. Mereka mungkin merasa terobsesi dengan seks dan merasa tidak dapat mengendalikan dorongan tersebut.
- Fantasi Seksual yang Berulang dan Tidak Terkendali: Perempuan dengan hiperseksualitas sering memiliki fantasi seksual yang intens dan sulit dikendalikan. Fantasi ini mungkin mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi kualitas hidup.
- Kesulitan dalam Hubungan: Hiperseksualitas dapat mengganggu kemampuan perempuan untuk menjalin dan memelihara hubungan dengan orang lain, terutama dalam konteks hubungan romantis. Mereka mungkin cenderung lebih fokus pada keinginan seksual daripada aspek-emosi dalam hubungan.
- Dorongan Seksual yang Tidak Terkendali: Salah satu tanda utama hiperseksualitas adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan dorongan seksual. Perempuan dengan kondisi ini mungkin merasa dorongan tersebut sangat kuat dan sulit untuk diatasi.
- Melanjutkan Perilaku Meskipun Ada Kerugian: Meskipun dampak negatifnya terasa, perempuan dengan hiperseksualitas mungkin tetap melanjutkan perilaku seksual yang berlebihan. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional mereka.
Penyebab Hiperseksualitas pada Perempuan
Baca Juga: 4 Titik Sensitif Bikin Perempuan Cepat Orgasme, Dijamin Kejang-kejang Keenakan di Ranjang!
Meskipun penyebab pasti hiperseksualitas masih belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini:
Ketidakseimbangan Kimia di Otak: Otak memiliki peran sentral dalam mengatur perilaku seksual. Ketidakseimbangan zat kimia seperti dopamin dalam otak dapat memainkan peran dalam memicu hiperseksualitas.
Pengaruh Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis, seperti epilepsi, diyakini dapat memicu kerusakan otak yang menyebabkan hiperseksualitas.
Efek Samping Pengobatan: Beberapa jenis pengobatan, terutama yang memengaruhi keseimbangan dopamin, seperti yang digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson, dapat menyebabkan hiperseksualitas sebagai efek samping.
Faktor Risiko: Penyalahgunaan narkoba atau alkohol, riwayat keluarga dengan gangguan kesehatan mental, dan pengalaman pelecehan seksual juga dapat meningkatkan risiko perempuan untuk mengembangkan hiperseksualitas.
Pengobatan hiperseks
Berita Terkait
-
Dewi Perssik Murka Difitnah Seks Jelang Nikah hingga Hubungan Intim Saat Haid, Sindir Saipul Jamil: Katanya Ahli Ibadah!
-
Tingginya Gairah Seks Dewi Perssik, King Saipul Jamil Dipaksa Hubungan Intim Saat Haid: Tiap Malam Wikwik!
-
Cara Cegah Vagina Kentut Saat Hubungan Intim, Bawa Happy hingga Ganti Posisi Seks
-
Cerita Meylisa Zaara Soal Gaya Hubungan Intim Suami yang Ternyata Gay: Lampu Harus Mati Total, Kayak Pura-pura!
-
Fakta Vagina Kentut Saat Hubungan Intim, Berbahaya?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mempelajari Sastra dan Budaya dalam Buku Puisi Karya Itaru Ogasawara
-
Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?
-
Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan
-
Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia: Beda Nasib Nadiem dan Jurist Tan
-
Skuad Persib Bandung Diminta Jangan Besar Kepala Sebelum Resmi Juara!
-
Dipaksa, Bukan Dipilih: Realita Gaya Hidup Sederhana Anak Muda Hari Ini
-
4 Moisturizer Serum untuk Atasi Flek dan Mencerahkan Tanpa Ribet
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Kabar DPRD Kaltim Bakal Konsultasi ke Mendagri Terkait Hak Angket ke Rudy Mas'ud
-
Mengintip Rahasia Semangat Belajar Jerome Polin Berdasarkan Buku yang Ditulisnya