/
Sabtu, 02 September 2023 | 11:55 WIB
Kolase Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (suara.com)

Suara Sumatera - Duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satunya Sekretaris Umum (Sekum) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah.

Dirinya meyakini bahwa suara warga nahdiyin tidak otomatis mendukung duet Anies Baswedan-Cak Imin. Menurutnya suara NU di PKB hanya 10 persen, artinya tidak akan berpengaruh sama sekali. 

"Suara NU di PKB berapa sih, hanya 10 persen. Jumlah itu tidak akan berpengaruh sama sekali apalagi capresnya Anies Baswedan, warga NU pasti mikir," katanya melansir Antara, Sabtu (2/9/2023). 

Gus Falah mengatakan bahwa warga NU cerdas dalam menentukan pilihan politik sehingga tidak memilih hanya pada satu partai politik.

Selain itu, PBNU tidak pernah menginstruksikan para nahdiyin untuk memilih salah satu parpol, misalnya PKB.

Dirinya menegaskan bahwa PBNU memberikan kebebasan kepada nahdiyin untuk menentukan pilihan politiknya sesuai hati nurani dan pilihan terbaik untuk bangsa serta negara.

Gus Falah meyakini bahwa duet Anies-Muhaimin tidak akan menggerus suara Ganjar di basis suara NU. Menurutnya, Ganjar sebagai warga NU dan Nyai Siti Atikoh (istri Ganjar) yang merupakan putri ulama NU, pasti menggunakan strategi warga NU untuk menggaet suara nahdiyin.

"Segala hal terkait rutinan acara warga NU pasti Pak Ganjar akan sowan datang. Misalnya muktamar sufi di tempatnya abah Luthfi di Pekalongan, beliau hadir. Strategi orang NU yang dilakukan yaitu silaturahmi, sowan, dan manut dawuh kiai," jelasnya. 

Sebelumnya, PKB memutuskan menerima tawaran kerja sama politik yang diajukan Partai NasDem untuk menduetkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Baca Juga: Partai Gelora Deklarasikan Dukung Prabowo, Anis Matta Sindir PKB yang Cabut dari Koalisi Indonesia Maju

Keputusan tersebut ditetapkan usai rampungnya Rapat Pleno Gabungan DPP PKB yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur.

"Menerima dengan baik tawaran Partai NasDem memasangkan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, Anies-Muhaimin," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat PKB Muhammad Hasannudin Wahid.

Iam mengaku terbitnya keputusan ini menindak lanjuti pelaksanaan rapat pleno pagi tadi di Jakarta yang menyambut baik tawaran kerjasama dari partai NasDem kepada PKB untuk kerja sama politik di Pilpres 2024.

Load More