/
Selasa, 05 September 2023 | 13:04 WIB
Kader PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. (suara.com)

Suara Sumatera - Kader PDI Perjuangan Masinton Pasaribu memberikan pembelaan kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang akan diperiksa KPK terkait dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada tahun 2012 silam. 

Anggota DPR RI menilai pemanggilan terhadap Cak Imin yang kental dengan nuansa politik. Apalagi pemanggilan terjadi saat Cak Imin baru deklarasi sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. 

"Pertama begini saya ini bukan dibarisan pendukung pencalonan Anies dan Cak Imin, tapi saya tidak setuju kalau penegakan hukum kita itu dijadikan seperti mainan politik," katanya dilihat dari video yang diunggah akun TikTok Banteng Senayan, Selasa (5/9/2023).

Masinton mengatakan pemanggilan terhadap Cak Imin oleh KPK merupakan kasus yang sudah lama. Dan barang tentu semua orang mengasumsikan beranggapan bahwa ini nuansa politiknya sangat tinggi

"Pun saya berpandangan demikian, terlepas mau apapun itu alasan yang dibangun oleh KPK, tapi nuansa politiknya ini sangat tinggi," katanya. 

"Kenapa? Ini kasus 2012, kenapa kok baru sekarang ketika Cak Imin mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden, kemudian dipanggil KPK," sambungnya. 

Oleh karena itu, Masinton menyampaikan dijadikannya hukum sebagai mainan politik tidak boleh ditoleransi. 

"Ini yang menurut saya tidak boleh kita tolerir hukum dijadian alat politik, itu tidak benar, itu menentang prinsip-prinsip demokrasi," tegasnya. 

Sikap Masinton Pasaribu yang menolak hukum dijadikan alat politik, menuai decak kagum dari warganet. 

Baca Juga: Buttonscarves Gebrak Malaysia, Hadirkan The Bimu Car Hingga Instalasi Tas Raksasa

"Salut dengan abang yang 1 ini...walaupun beda dukungan...tetap menyatakan kebenaran," ucap warganet. 

"Coba cek ada mainan apa di KPK," kata warganet lainnya. 

"Ini baru politisi yang netral. walaupun beda partai kalau ada yang tidak sesuai maka bersuara," kata warganet. 

Load More