Sang rektor pun menawarkan waktu pertemuan yang diinginkan dirinya, yaitu sesudah jam pulang kantor. Dirinya juga membebaskan tempat pertemuan itu.
Namun, kedua dosen itu menyanggah dan kekeh perbincangan agar dilakukan saat itu juga di ruang rektor karena sang rektor sempat beralasan saat itu adalah jam kantor.
Kedua dosen itu juga mengatakan sang rektor selama ini hanya bisa mengancam dan telah merampas hak orang lain.
Khairunnas pun kembali menanggapi santai kalau mereka (dosen-dosen) yang diketahui telah melaporkannya ke pihak Polda dan KPK.
Sang rektor yang nampak sedikit kesal itu pun sampai berujar kalau dosen tersebut 'haram' menyentuh dirinya. Ia juga tak mau menanggapi maksud Irwandra dianggapnya tidak jelas.
Mereka (pihak dosen) mempertanyakan letak ketidakjelasan maksud tersebut. Kedua dosen itu juga berargumen kalau yang mengangkat mereka adalah negara bukan sang rektor.
Beberapa pihak termasuk beberapa dosen yang ada di situ pun menyarankan dan mengajak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara di ruangan atau gedung rektorat.
Lagi, Khairunnas enggan mengiyakan ajakan tersebut dan mempersilahkan Irwandra serta yang lainnya datang ke gedung rektorat tanpa dirinya dengan alasan masih jam kantor.
Ia juga berujar, bahwa siapa saja (ingin) bertemu pihak rektorat itu memiliki satuan perangkat kerja.
Baca Juga: Prestasi Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Bukti Kerja Sama Klub dan Timnas Indonesia
Namun, Irwandra menganggap Khairunnas malah kabur saat diajak bertemu para dosen beberapa hari ke belakang. Tuduhan itu kembali dibantah Khairunnas sambil mengumpat.
Khairunnas kembali mempersilahkan Irwandra dan dosen lainnya untuk datang dan menunggunya di gedung rektorat mengaku tak akan kabur dari ruangan serta akan menemui Irwandra juga para dosen lainnya.
Belum diketahui, penyebab keduanya terlibat percekcokan. Namun, berdasarkan keterangan yang beredar, hal ini dipicu karena adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan pihak rektorat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal