Suara Sumatera - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memutuskan tidak ada pelanggaran dalam tayangan azan di televisi yang memunculkan Ganjar Pranowo.
KPI berpandangan, Ganjar Pranowo saat ini belum secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon presiden ke KPU. sehingga kemunculan Ganjar di televisi saat azan magrib bukan pelanggaran.
Pegiat media sosial (medsos) Ade Armando merespons putusan KPI tersebut. Ade menilai KPI tidak berani memberikan sanksi terhadap stasiun televisi yang menayangkan Ganjar saat azan magrib.
"Seperti sudah bisa diduga, KPI memutuskan munculnya Ganjar di azan MNC bukan pelanggaran aturan," cuitnya di akun X (Twitter), Kamis (14/9/2023).
"Ya mana berani sih KPI pada pemodal sebesar HT yang mengabdi pada partai terbesar di Indonesia," sambungnya.
Warganet lalu ramai memberikan komentar terkait nyinyiran Ade Armando kepada Ganjar Pranowo.
"Bang Ade anda sudah bisa merasakan diposisi oposan ya, hahahaha, memang tidak adil tapi ya itulah faktanya," kata warganet.
"Dicuekin PDIP ternyata lebih sakit daripada dikeroyok kadrun sampai bonyok. Makanya dendam kesumat," ungkap warganet.
Ada juga warganet yang mencolek akun X resmi milik KPI.
Baca Juga: Sempat Guyon Bidah, Menag Yaqut Ngaku Tak Tahu Anies-Cak Imin Punya Singkatan AMIN
"Sangat-sangat tendensius bilang bahwa @KPI_Pusat gak berani sama pemodal besar, apakah sebegitu rendahnya kah anda memandang KPI kita? :) hello KPI ada tanggapannya?" kata warganet.
Diberitakan, kemunculan Ganjar Pranowo dalam video azan maghrib di salah satu stasiun televisi Indonesia membuat polemik baru.
Rupanya tayangan azan dengan menampilkan Ganjar sudah tayang sejak 5 September 2023 di dua stasiun televisi swasta.
Berita Terkait
-
Dampingi Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo, Relawan Bolone Mase: Manut Gibran, yang Penting Cawapres
-
Biodata Ganjar Pranowo Bakal Calon Presiden 2024 Lengkap
-
Kode Keras Hasto Kristiyanto Bocorkan Duet Mahfud MD Cawapres Ganjar Pranowo, Zodiaknya Sudah Klop Banget?
-
Siap Bekerja Setelah Jadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Ganjar, Andika Perkasa Ungkap Masih Ada PR
-
Usai Rapat Konsolidasi Tim Pemenangan, Mardiono PPP Soal Cawapres Ganjar: Pembahasan Masih Hangat
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Isyana/Rinjani Cetak Sejarah! Pertama Kali ke 8 Besar Turnamen BWF Super 500
-
Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya
-
Detik-Detik Dramatis Evakuasi Sopir Pikap yang Terjepit dalam Kecelakaan Beruntun di Ngawi
-
KPK Plototi Dana Pokir DPRD Kabupaten Bogor, Sekda: Jangan Sampai Bermasalah Hukum
-
Di Tengah Badai Kritik, Arne Slot Konfirmasi Dirinya Tetap Latih Liverpool Musim Depan
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
Juri LCC Empat Pilar Kalbar Berpihak? Ini Penjelasan Sekjen MPR RI
-
Kim Da Mi, Lee Chung Ah, dan Jo Ah Ram Jadi Pembunuh di The Obedient Killer
-
Asap Ngebul di Ruang Rapat DPRD Jember: Bupati Kaget, BK Tak Berdaya Karena Aturan
-
Membaca Petualangan Pedagang Rempah: Sisi Gelap Kolonial di Indonesia Timur