Suara Sumatera - Nama Shin Tae-yong berkibar di Indonesia. Sebab, baru kali ini, Timnas lolos ke Piala Asia 2023 dan itu berkat tangan dingin pelatih asal Korea Selatan itu.
Lantas, Shin Tae-yong pun bicara harapannya saat ia tak lagi melatih Timnas Indonesia nanti. Dia berharap agar pondasi sepak bola yang telah dibangunnya hari ini terus kuat dan tidak tergoyahkan.
“Jika suatu saat saya diganti dan tidak menangani timnas, pondasi tidak akan mudah tergoyah,” kata Shin Tae Yong di laman Instagram @garudarevolution.football, dikutip dari Suara Cianjur, Selasa (19/9/2023).
Shin Tae-yong menyebutkan bahwa pondasi yang sudah dibangunnya dapat memudahkan pelatih selanjutnya.
“Justru akan mempermudah pelatih selanjutnya, sepak bola Indonesia akan berkembang ke depannya,” katanya.
Shin Tae Yong memang dinilai sudah membangun pondasi timnas Indonesia dengan baik. Beberapa sektor sudah terlihat perbaikannya, seperti regenerasi pemain, perbaikan kualitas fisik pemain, dan karakter permainan.
Hasilnya, Shin Tae Yong sudah meloloskan timnas Indonesia ke Piala Asia, baik untuk tim senior maupun tim U23.
Meski demikian, Shin Tae Yong kerap mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Hal ini dikarenakan dirinya belum mempersembahkan gelar untuk timnas Indonesia.
Terakhir, Shin Tae Yong gagal bawa timnas Indonesia juara Piala AFF U23 setelah kalah di laga final lawan Vietnam.
Selanjutnya, Shin Tae Yong akan menahkodai timnas Indonesia dalam beberapa ajang bergengsi seperti Piala Asia, Piala Asia U23, dan Asian Games.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Asyik Makan Babi Guling, Publik Ribut: Coba Rawon dan Ayam Geprek Level 10!
-
Jurgen Klinsmann Tak Gentar Dipecat Timnas Korsel, Shin Tae-yong Tinggalkan Indonesia Demi Kampung Halaman?
-
Supporter Timnas Indonesia Lukis Shin Tae-yong Jadi Superman-Gibran Rakabuming di Tubuhnya
-
Heboh Seruan Kontrak Seumur Shin Tae-yong Jadi PNS, Netizen Ribut: Kasih KTP!
-
Timnas Korea Selatan Incar Shin Tae-yong, Publik Geruduk Erick Thohir: Perpanjang Kontrak STY dan Bonusnya!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat