/
Selasa, 26 September 2023 | 14:27 WIB
Shin Tae-yong. (YouTube Perbasket Sombong Denny Sumargo)

Suara Sumatera - Isu lokal pride jadi gunjingan Timnas Indonesia. Namun, banyak juga netizen yang justru membandingkan kemampuan Shin Tae-yong dengan pelatih lokal.

Ya, konsep lokal pride dikaitkan dengan pelatih lokal seperti Indra Sjafri dan Bima Sakti. Sejatinya, kedua pelatih itu tidak anti naturalisasi. Hal itu terlihat dari kesempatan pemain naturalisasi di daftar susunan pemain sang pelatih.

Isu lokal pride kembali menjadi perbincangan usai Timnas Indonesia U-24 asuhan Indra Sjafri gagal meraih kemenangan kontra Korea Utara di Asian Games.

Kekalahan tim asuhan Indra Sjafri dinilai sebagai bentuk kegagalan lokal pride. Netizen pun meragukan konsep lokal pride untuk menaikan level sepak bola Tanah Air.

"Sudah tahu kan kualitas lokal prett (lokal pride) kayak gimana?," tulis akun @aaiinul dalam kolom komentar.

Netizen juga mendesak Shin Tae-yong untuk ambil alih Timnas Indonesia U-17 yang akan menghadapi Piala Dunia U-17.

"Ganti Coach STY Timnas U-17 sebelum terlambat," lanjutnya.

Diketahui, Timnas Indonesia U-17 saat ini dipegang dan dilatih oleh Bima Sakti.

"Beda level kalo coach lokal khusus buat di Asean saja, untuk Asia mending kasih STY saja, cuma bikin malu," tulis akun @fahriardiansyah.

Baca Juga: Daftar Pemain dan Klub Liga 1 Disanksi PSSI: Persija Jakarta Paling Apes dan Bayar Denda Puluhan Juta Bareng Madura United

"Kaya gitu masih percaya sama lokal preet? (lokal pride), passing gak bisa cuma longball sama crossing," ungkap akun @your_favorite_boy.

Load More