Suara Sumatera - Sejumlah klub dan pemain BRI Liga 1 2023/2024 mendapatkan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Bahkan, ada yang diwajibkan membayar puluhan juta rupiah.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSS pada 5 hingga 7 September 2023 yang dirilis lewat www.pssi.org, Madura United FC kena sanksi membayar denda Rp 50 juta. Denda tersebut ulah 6 orang pemainnya mendapatkan kartu kuning dalam laga melawan Persita Tangerang pada 1 September 2023.
Kemudian, Persija Jakarta kena denda Rp 40 juta. Hal itu ulah aksi suporter Persija yang melempari pemain dengan kemasan minuman saat Macan Kebayoran menghadapi Persib Bandung pada 2 September 2023.
Persija Jakarta juga kena sanksi berupa penutupan sebagian stadion. Kemudian, pembatasan pencetakan tiket sebesar 80 persen dari kapasitas stadion yang diizinkan sebanyak 1 pertandingan saat menjadi tuan rumah. Hukuman itu buntut keributan suporter Persija saat pertandingan dengan Persib pada 2 September 2023.
Kemudian, Persija Jakarta juga diwajibkan untuk melakukan pembinaan kepada suporter Persija Jakarta dengan melakukan kampanye perdamaian antar suporter.
Selanjutnya, Barito Putera, yang didenda Rp 20 juta karena ulah pelemparan kemasan minuman oleh suporter juga saat Barito melawan Persis Solo pada 3 September 2023.
Selain klub, ada dua pemain yang juga kena sanksi. Pertama adalah Hanif Abdurrauf Sjahbandi. Bek Persija Jakarta itu diharuskan membayar denda Rp 20 juta plus larangan bermain sebanyak 2 kali pertandingan sejak keputusan diterbitkan dan berlaku. Ia dihukum karena bertindak kasar menggunakan tubuhnya secara berlebihan terhadap pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung.
Kemudian Beckham Putra Nugraha. Gelandang Persib ini juga mendapat sanksi berupa teguran keras. Hal itu diperoleh Beckham karena melakukan selebrasi berlebihan sehingga memancing reaksi dari penonton.
Berita Terkait
-
Gagal Bela Timnas Indonesia, Justin Hubner Berlabuh ke Klub Liga 1?
-
Egy Maulana Vikri Direspon Klub Eropa Usai Cetak Gol di Laga Timnas Indonesia, Netizen: Dipantau Dong!
-
Irfan Bachdim Pilih Menganggur Ketimbang Dibayar Kecil Klub Jakarta, Istri Senang: Bisa Bersama Anak-anak!
-
Asnawi Mangkualam Dipinang Klub Liga 1 Korea Jelang Kontraknya di Jeonnam Dragons Habis Desember 2023?
-
Bakal Hadapi Klub-klub Hebat, El Rumi Tetap Optimis Bawa Nusantara United FC Promosi ke Liga 1 Musim Depan
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi