Suara Sumatera - Sejak meletusnya Gerakan 30 September 1965 alias G30S, situasi politik di Indonesia menjadi tidak stabil.
Mulai muncul desakan dari mahasiswa meminta Presiden Sukarno membubarkan PKI. Gelombang demonstrasi mahasiswa ini mendapat dukungan dari perwira TNI AD.
Ini diceritakan Kemal Idris dalam bukunya yang berjudul “Kemal Idris Bertarung Dalam Revolusi”. Menurut Kemal Idris, Angkatan Laut dan Angkatan Udara tidak suka dengan gerakan mahasiswa.
Kedua angkatan ini mencemooh gerakan mahasiswa yang mengkritik Sukarno. Ini dikarenakan Angkatan Laut dan Angkatan Udara adalah pendukung setia Bung Karno.
Sempat beredar kabar akan ada penyerangan terhadap gerakan mahasiswa. Namun itu ternyata hanya kabar burung belaka.
Kemal Idris yang saat itu menjabat Kepala Staf Kostrad mengerahkan pasukannya mengawal gerakan mahasiswa dalam setiap aksi demonya.
Kemal bahkan menempatkan pasukannya berjaga di markas Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Kemal lalu dipanggil Mayjen Soeharto sebagai Panglima Angkatan Darat.
“Jagalah anak-anak muda ini jangan sampai mereka menjadi korban. Gerakan mereka adalah gerakan kita juga,” kata Soeharto ke Kemal.
“Pak Harto, saya sudah mendahului mengamankan mereka,” jawab Kemal Idris.
Baca Juga: Atasi Krisis Air di Rusun Marunda, PAM Jaya Operasikan Reservoir Komunal
“Oh baik, jangan sampai jatuh korban,” pesan Soeharto.
Dukungan militer terhadap gerakan mahasiswa ini juga diungkapkan Sarwo Edhie Wibowo dalam bukunya “Kebenaran di Atas Jalan Tuhan”.
Sarwo Edhie yang saat itu Komandan RPKAD, mengaku sering mengadakan pertemuan dengan mahasiswa di rumahnya.
Sarwo Edhie juga pernah hadir di kampus UI memberikan dukungan terhadap gerakan mahasiswa.
Gelombang aksi mahasiswa terus terjadi hingga menghasilkan yang namanya Tritura atau Tri Tuntutan Rakyat. Isi Tritura adalah Bubarkan PKI, Rombak Kabinet Dwikora dan Turunkan Harga.
Menurut Kemal, ia menyaksikan bagaimana mahasiswa menghalangi para menteri ikut rapat kabinet, mengempesi ban mobil yang parkir di pinggir jalan agar tidak sampai ke Istana.
Berita Terkait
-
Siapa Mahasiswa UMY Bunuh Diri dari Lantai 4 Asrama? Sosoknya Sempat Minum Obat 20 Butir
-
Sukarno Menolak Suharto Jadi KSAD, Lebih Pilih Ahmad Yani karena Alasan Ini
-
Mahasiswa UMY Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Sempat Konsumsi 20 Butir Paracetamol
-
Cerita Yurike Sanger Mualaf Dinikahi Soekarno, Lalu Pindah Agama Usai Memanasnya G30S
-
3 Macam Tipe Cumlaude yang Dapat Kamu Raih sebagai Seorang Mahasiswa
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Waspada! Semarang Diprediksi Diguyur Hujan dengan Intensitas Sedang Hari Ini
-
5 Fakta Menarik Tarsius, Si Mata Besar Penjaga Hutan Sulawesi
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
7 City Car Jepang yang Gesit dan Anti Rewel Perawatan untuk Keluarga
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
7 Lipstik 3in1 Praktis untuk Pewarna Bibir, Blush On, dan Eyeshadow
-
5 Rekomendasi Model Gamis Simple Tapi Mewah untuk Lebaran Idul Fitri 2026
-
5 Motor Listrik Harga Rp5 Jutaan, Nyaman dan Mudah Dikendarai Orang Tua
-
Rintihan Noss di Bulan Ramadan
-
Film Live Action Blue Lock Umumkan Raizo Ishikawa sebagai Jingo Raichi