“Saya tidak setuju dengan penempatan pasukan tanpa inisial mengepung Istana. Saya tahu itu RPKAD. Kalau Bung Karno bertanya, bagaimana saya harus menjawab,” kata Amir.
“Amir, jangan takut, kalau saya jadi presiden, setiap detik kamu bisa datang,” kelakar Kemal.
Kemal sempat meninggalkan ruangan rapat untuk menemui stafnya.
Sekembalinya ke ruangan bersama Umar Wirahadikusumah, Kemal kaget ternyata perwira lain setuju dengan penarikan pasukan liar itu.
“Kamu harus menarik semua pasukan yang ditempatkan di sekeliling Istana,” kata Umar.
Kemal kaget. “Kenapa begitu?”
“Itu kehendak Amir,” jawab Umar.
“Tidak bisa,” tegas Kemal. Sebagai pimpinan, Kemal tak ingin kehilangan muka di hadapan anak buahnya jika merubah keputusan begitu saja.
Umar marah mendengar penolakan Kemal. “Kamu jangan jadi avontuir. Saya akan lapor Pak Harto. Kamu atau saya yang keluar,” ancam Umar.
“Silakan,” kata Kemal.
Baca Juga: Kenakan Jaket Hijau dan Peci Hitam saat Pimpin Rapat Bappilu, Sandiaga Beri Arahan ke Jajaran PPP
Begitu suasana agak mereda, Kemal mengatakan, “Umar, kalau something goes wrong, saya yang digantung. Bukan Kamu! Dengan izin saya, kamu bisa bilang he is insubordinate,”
“Oke,” jawab Umar.
Keesokan harinya kabinet 100 menteri bersidang. Pasukan liar itu mengelilingi Istana mengawasi rapat kabinet.
Kehadiran pasukan liar ini diketahui Komandan TJakrabirawa, Kolonel Sabur. Sabur melaporkan hal ini Bung Karno.
“Ada pasukan tidak dikenal mengelilingi Istana,” kata Sabur ke Soekarno.
Mengetahui hal itu, Presiden Soekarno ketakutan akan diserbu. Bung Karno lari ke belakang Istana yang sudah menunggu helikopter.
Subandrio dan Chaerul Saleh juga berlari menyusul Bung Karno. Saking terburu-burunya, sebelah sepatu Subandrio sampai copot dan tidak dihiraukannya.
Bung Karno, Subandrio, dan Chaerul Saleh terbang ke Istana Bogor. Pimpinan rapat diambil alih Dr Leimena.
Berita Terkait
-
Anak Jendral Ahmad Yani Ungkap Detik-Detik Ayahnya Ditembak Saat G30S PKI, Deddy Corbuzier Sampai Syok Dengar Ceritanya
-
Dukung Gerakan Mahasiswa Anti PKI, Pesan Suharto ke Kas Kostrad: Jagalah Anak-anak Muda Ini Jangan Sampai Jadi Korban
-
Sukarno Menolak Suharto Jadi KSAD, Lebih Pilih Ahmad Yani karena Alasan Ini
-
6 Film Bertema G30S PKI, Terbaru Kupu Kupu Kertas yang Dibintangi Amanda Manopo
-
Pernah Dijadikan Markas, Lubang Buaya Banyuwangi Saksi Bisu Kekejaman PKI
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing
-
Terjepit Bus Santri, Dua Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Beruntun Suramadu
-
Argentina vs Tanjung Verde: Mampukah Lionel Messi Akhiri Dongeng Si Hiu Biru di Piala Dunia 2026?
-
Urutan Makeup untuk Kulit Berminyak, Ini Tips agar Bebas Kilap dan Tidak Longsor
-
4 Skincare untuk Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat, Direkomendasikan Dokter Estetika
-
Angin yang Membawa Pulang
-
MBG Dihentikan Sementara, Karyawan SPPG di Malang Kesulitan Bayar Cicilan Motor
-
Susunan Pemain Resmi Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Granit Xhaka vs Riyad Mahrez
-
Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS
-
Alasan Emosional di Balik Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21 Portugal