Suara Sumatera - Kritikan keras terhadap Prabowo Subianto dan partai pengusungnya yang terus mendorong anak Presiden Joko Widodo untuk maju dalam Pilpres 2024 datang dari berbagai pihak.
Salah satunya dari Pakar Komunikasi Politik Hendri Satrio. Dirinya menyinggung soal koalisi politik yang mendorong Prabowo maju menjadi presiden kental nuansa nepotisme ala Orde Baru.
"Koalisinya Prabowo ini kok Orde Baru banget ya?" tulisnya di akun X seperti dilihat, Sabtu (14/10/2023).
Hendri bahkan mengatakan Koalisi Indonesia Maju tidak punya semangat reformasi dengan terus mendorong anak presiden maju mendampinginya di Pilpres.
"Gak punya semangat reformasi, lihat aja maksa banget KKN bidang nepotisme, anak presiden terus yang didorong," ujarnya.
Pernyataannya yang menyebut koalisi Prabowo seperti Orde Baru mendapatkan perhatian dari warganet. Bahkan ada warganet yang mengatakan kondisi saat ini lebih buruk dari Orde Baru.
"Seingatku waktu orde baru, orang-orang di sekitar presiden maksa presiden untuk terus menjabat atau ikut pemilu lagi yang hasilnya bisa ditebak. Ini mungkin lebih buruk dr orde baru," ucap warganet.
"Yang lebih lucu lagi. Sekelas Golkar Demokrat PAN seperti gak ada apa-apa nya sama anak presiden yang baru kemaren sore kenal apa itu politik," cetus warganet.
"Orde Baru tidak seperti itu, kok. Ndak ada partai yang meminta putra presiden jadi gubernur, jadi bupati, misalnya," ungkap warganet lainnya.
Baca Juga: Sukses Kurangi 565 Ribu Ton Emisi Karbon, Energi Bersih Pertamina Jangkau 63 Desa
Diketahui, partai pengusung Prabowo terus mendorong agar Gibran Rakabuming Raka untuk maju dalam Pilpres, sebagai cawapres.
Namun, majunya Gibran untuk Pilpres 2024 terhalang aturan batas minimal usia capres dan cawapres.
Publik pun menunggu hasil putusan uji materiil Mahkamah Konstitusi soal ketentuan batas usia minimal capres dan cawapres pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Pembacaan putusan dijadwalkan pada Senin 16 Oktober 2023 mendatang. Sidang dengan nomor perkara 29/PUU-XXI/2023 itu akan digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi Lantai 2, Jakarta Pusat.
Bila MK mengabulkan gugatan, maka jalan Prabowo untuk berdampingan dengan Gibran dalam Pilpres 2024 akan semakin mulus.
Tag
Berita Terkait
-
Bakal Cawapres Prabowo Subianto Mengerucut, Ada Empat Nama yang Menjadi Kandidat, Pilih Gibran atau Erick Thohir?
-
Bocoran dari Fahri Hamzah, Gibran Jadi Kandidat Terkuat Menjadi Cawapres Prabowo Subianto
-
Andika Perkasa Tak Gentar Bila Jokowi Lebih Pilih Prabowo: Kita Tidak Takut Kok
-
Jelang Penentuan Cawapres, Prabowo Minta Ketum Papol Koalisi Indonesia Maju Tidak Jauh-jauh dari Jakarta
-
Rakernas VI Projo Digelar Hari Ini, Prabowo Pastikan Hadir
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo