/
Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB
Ilustrasi gambar (pixabay)

SuaraSumedang.Id - Satu di antara ciri tubuh yang sehat adalah dapat membuang gas alias kentut.

Tentu, saat seseorang tidak bisa kentut, hal tersebut mengindikasikan bahwa tengah ada permasalahan kesehatan.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kentut?

Saat gas dalam tubuh Anda berlebih, sistem pencernaan hanya memiliki dua tempat untuk mengeluarkan gas, salah satunya adalah pantat.

Proses pelepasan gas ini disebut kentut. Perlu diketahui, kentut merupakan proses alami dalam tubuh manusia. Faktanya, kebanyakan orang kentut antara 5 dan 23 kali sehari.

Meski begitu, beberapa orang mungkin merasa malu atau kesal karena lebih sering kentut.

Terlebih Anda kentut saat berada di tempat umum atau gas yang dikeluarkan memiliki bau yang tidak sedap.

Akibatnya, menahan diri dari untuk tidak kentut menjadi pilihan. Tetapi, secara tidak sengaja bisa menjadi kebiasaan yang tidak sehat.

Ternyata orang yang sering menahan kentut dapat berdampak buruk pada kesehatannya loh! Meskipun tidak memicu efek dan dampak kesehatan yang serius, namun melepaskan kentut lebih baik daripada terus menahannya.

Baca Juga: Dibuat Galau dengan Masa Depan, Mungkin Anda Idap Quarter Life Crisis, Apa itu? Berikut Tips untuk Mengatasinya

Dilansir dari yoursaya.suara.com, berikut beberapa dampak yang timbul jika sering menahan kentut:

1. Menimbulkan rasa sakit

Efek yang paling umum dialami akibat sering menahan kentut adalah nyeri akibat adanya peningkatan tekanan pada usus. Nyeri yang dirasakan bisa ringan hingga terasa menusuk dan tajam.

2. Kembung

Perut menjadi kembung karena adanya gas yang terperangkap di dalam usus. Hal ini dapat membuat kamu tampak seperti orang yang kelebihan berat badan dan juga akan membuatmu merasa tidak nyaman dalam berpakaian dan menjadi tidak percaya diri.

3. Menjadi Sendawa

Terkadang kentut sepertinya hilang dengan sendirinya. Ini karena tubuh dapat menyerap kembali gas untuk sementara. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Digestive Science and Diseases, gas akan selalu menemukan jalan masuknya, sedangkan saat perut penuh, gas akan keluar melalui sendawa atau hembusan napas.

4. Risiko Divertikulitis

Efek dari menahan kentut berulang dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Ini adalah peradangan atau pembengkakan kantong yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, biasanya di usus besar, yang berkembang menjadi infeksi. Akibatnya, Kamu akan mengalami mual, muntah, sembelit, atau sakit perut.

Load More