SuaraSumedang.id - Persib Bandung harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah kalah 1-4 di Liga 1 2022/2023 pekan ketiga di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, (7/8/2022).
Skuad Maung Bandung sempat unggul terlebih dahulu lewat gol David da Silva di menit ke-9.
Namun, Borneo FC membalikan keadaan melalui gol Fajar Fathurrahman menit ke-17, Terens Puhiri (23'), Stefano Lilipaly (64'), dan Matheus Pato (87').
Dengan berakhirnya pertandingan melawan Borneo FC, Persib segera memperbaiki penampilannya agar bisa meraih hasil positif di laga selanjutnya.
Langkah itu, ditempuh melalui evaluasi secara mendalam. Evaluasi akan dilakukan dengan merujuk pada raihan skor Maung Bandung di Liga 1 2022/2023, termasuk kekalahan 1-4 atas Borneo FC.
Terlebih di awal Liga 1 2022/2023 ini, Persib hanya mampu membukukan 1 poin dari hasil tiga pertandingan usai imbang 2-2 saat melawan Bhayangkara FC.
Kemudian di pekan kedua Liga 1 2022/2023, Persib juga mendapatkan kekalahan 3-1 dari Madura United.
Gelandang Persib, Marc Klok mengaku malu usai timnya gagal meraih poin di kandang Borneo FC.
Pertandingan di Stadion Segiri, Samarinda itu berlangsung menarik di menit-menit awal.
Baca Juga: Doa Buka Puasa Asyura dan Artinya, Beda dengan Puasa Ramadhan!
Bahkan, kedua tim saling jual beli serangan. Bahkan, Persib bisa mencetak gol cepat melalui David da Silva.
Namun sayangnya, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Maung Bandung harus mengakui kunggulan lawannya.
“Saya malu untuk bicara. Kalah 4-1 tidak biasa untuk kami dan untuk saya. Terlalu banyak gol ke gawang kami,” kata Marc usai laga.
Pemain bernomor punggung 23 itu mengajak semua bangkit untuk memperbaiki posisi klasemen tim saat ini.
Evaluasi menjadi hal yang mesti dilakukan, termasuk bagi individu pemain.
“Awal musim ini tidak sesuai ekspektasi. Semua harus bangkit. Semua harus lebih baik, kita harus bangkit,” ucapnya.
(Sumber:Persib.co.id)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo