SuaraSumedang.id - Ternyata kunyit (curcuma Longa Linn) memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Rempah yang satu ini cukup akrab di teliga karena kerap kali dijadikan bumbu masakan.
Di balik itu semua, kunyit ternyata memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, kunyit sendiri termasuk ke dalam salah satu rempah yang menjadi bagian dari ramuan obat tradisional India, Ayurveda.
Kunyit merupakan tananam yang lumrah tumbuh di kawasan Asia dan Amerika Tengah. Warna kuning cerah dalam daging kunyit menginspirasi banyak orang untuk menggunakannya sebagai pewarna alami.
Dilansir dari laman Medical News Today, selain menjadi bumbu masakan, kunyit pun biasanya digunakan sebagai obat. Ekstrak kunyit biasanya tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk hingga teh. Produk kunyit itu sudah banyak tersedia di pasar komersil.
Kunyit mengandung zat curcumin.Zat ini memiliki sifat biologis yang kuat. Pengobatan Ayurveda merekomendasikan kunyit untuk mengobati berbagai jenis penyakit.
Sementara itu, pengobatan konvensional atau barat belakangan telah memulai mempelajari khasiat kunyit yang ternyata ampuh sebagai pereda nyeri dan agen penyembuhan.
Konten ini akan menjelaskan terkait kandungan dan nutrisi yang terdapat dalam kunyit, mulai dari manfaat kunyit hingga efek samping negatifnya.
Nurtisi kunyit.
Menurut Database Nutrisi Nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu sendok makan (sdm) bubuk kunyit mengandung nutrisi sebagai berikut:
Baca Juga: Bak Truk di Blitar Ini Dipasang Foto Brigadir J: Tegakkan Keadilan
29 kalori
0,91 gram (g) protein
0,31 g lemak
6,31 g karbohidrat
2,1 g serat
0,3 gram gula pasir
Penyajian 1 sendok makan bubuk kunyit, menyediakan nutrisi bagi tubuh sebagai berikut:
26 persen kebutuhan mangan harian
16 persen zat besi harian
5 persen potasium harian
3 persen vitamin C harian
Efek samping kunyit
Kunyit dikenal sebagai bumbu penyedap rasa dalam sebuah resep makanan. Namun, di balik itu ternyata kunyit pun digunakan sebagai ramuan tradisional dalam metode pengobatan Ayurveda dan pengobatan Cina kuno.
Kunyit diresepkan untuk mengobati kondisi peradangan, penyakit kulit, luka, penyakit pencernaan dan kondisi hati.
Sifat anti-inflamasi
The Arthritis Foundation mengutip beberapa penelitian di mana kunyit ternyata mampu mengurangi peradangan.
Kemampuan anti-inflamasi ini dapat mengurangi rasa sakit yang dialami penderita radang sendi di persendian mereka.
Ahli menyarankan untuk mengonsumsi kapsul kunyit 400 hingga 600 miligram (mg), tiga kali per hari untuk meredakan nyeri yang disebabkan radang sendi.
Pereda sakit
Selain itu, kunyit pun dianggap memiliki khasiat sebagai pereda nyeri. Rempah-rempah ini juga terkenal dapat meredakan nyeri radang sendi.
Studi dari National Library of Medicine Amerika Serikat, menyebutkan jika kunyit cukup ampuh meredakan rasa sakit. Sebuah laporan mencatat kunyit ternyata cukup ampuh bekerja sebagai bekerja sebaik ibuprofen (Advil) pada orang dengan arthritis di lutut mereka.
Meskipun rekomendasi dosis tampaknya bervariasi, mereka yang berpartisipasi dalam penelitian ini mengonsumsi 800 mg kunyit dalam bentuk kapsul setiap hari.
Meningkatkan fungsi hati
Manfaat lainnya dari kunyit, dipercaya ampuh meningkatkan fungsi hati. Kunyit ternyata memili banyak kandungan antioksidan.
Efek antioksidan kunyit tampaknya sangat kuat sehingga dapat menghentikan kerusakan hati oleh racun.
Ini bisa jadi kabar baik bagi orang yang mengkonsumsi obat keras untuk diabetes atau kondisi kesehatan lain yang mungkin melukai hati mereka dengan penggunaan jangka panjang.
Melancarkan pencernaan
Kunyit cukup lumrah dijadikan bumbu masakan. Kunyit bisa membuat rasa masakan menjadi lebih sedap. Namun, kunyit pun ternyata berperan penting dalam sistem pencernaan.
Rempah-rempah dapat berkontribusi untuk pencernaan yang sehat sebagai hasil dari sifat antioksidan dan anti-inflamasinya.
Dalam pengobatan Ayurveda, kunyit dijadikan sebagai agen penyembuhan pencernaan. Pengobatan Barat sekarang mulai menerapkan kunyit guna membantu peradangan usus dan permeabilitas usus.
Rempah-rempah ini bahkan sedang dieksplorasi sebagai pengobatan untuk sindrom iritasi usus besar (IBS).
Berita Terkait
-
Catat! Ini 5 Manfaat Mengonsumsi Buah Markisa bagi Kesehatan
-
Dialami Hotman Paris, Kenali Apa Saja Tanda Keracunan Obat
-
Khasiat Kacang Hijau Untuk Kesehatan, Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi
-
5 Manfaat Daun Kelor, Tanaman Kecil yang Mampu Meningkatkan Imun Tubuh
-
Beberapa Khasiat Buah Pir bagi Ibu Hamil
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan