SuaraSumedang.id - Sidang Komisi Koder Etik Polri (KEPP) atas Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka utama dalam kasus penembakan Brigadir J sudah berjalan sejak pukul 09.00 WIB di Mabes Polri.
Sidang kode etik Ferdy Sambo memang dilaksanakan melalui siaran langsung tanpa audio atau secara tertutup.
Anggota Komisi III DPR RI, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani menanggapi perihal sidang etik tersebut.
Arsul Sani menduga sidang etik yang dijalani Ferdy Sambo secara tertutup menduga ada hal-hal yang sensitif.
"Saya menduga, karena ini terkait dengan hal-hal yang menyangkut kesusilaan. Maka sifatnya tertutup," kata Arsul Sani, dilansir dari Suara.com.
Meski demikian, Arsul mengaku tidak mengetahui pasti soal hukum acara dalam persidangan etik Polri.
Ia menyebut, sidang etik yang dijalani Ferdy Sambo ini tentu sangat berbeda dengan sidang-sidang etik dengan kasus biasa.
"Misalnya, kasus kekerasan hingga korupsi," jelas Arsul Sani.
Arsul Sani pun mengungkapkan ada kemungkinan materi sidang etik tersebut ada kaitannya dengan kesusilaan.
Baca Juga: Sony Resmi Rilis DualSense Edge Kontroler Baru PlayStation 5, Bisa Kustom
"Maka ini bersifat tertutup. Berbeda dengan sidangnya kalau orang misalnya nonjokin orang lah atau bahkan mungkin kasus korupsi. Nah kalau kita bicara tindak pidana kesusilaan, di pengadilan saja kan sidangkan juga tertutup kan. Gitu aja ukurannya," kata dia.
Perlu diketahui, sidang etik yang dijalani Ferdy Sambo dilaksanakan secara tertutup dengan siaran langsung di kanal YouTube Polri TV Radio tetapi tanpa suara.
Meski sidang ini digelar tertutup. Ketua KEPP yang memimpin jalannya sidang tersebut, yakni Kepada Badan Intelijen Keamanan Polri Komjen Pol. Ahmad Dofiri.
Sidang etik ini disebut nantinya akan memastikan nasib Ferdy Sambo apakah masih layak menjadi anggota Polri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
-
Transaksi Nontunai untuk Transportasi Publik Makin Praktis dengan QRIS Tap di Super Apps BRImo
-
2 Tersangka Korupsi Dana Desa Ditahan Kejari Sabang
-
8 Perbedaan Brio Satya dan RS yang Perlu Diketahui: Jangan Sampai Kecewa karena Salah Pilih
-
Skenario Persib Bandung Lolos Final ACL Usai Dihajar Ratchaburi, Masih Ada Harapan di Leg Kedua?
-
Tampilan Warna Baru Honda PCX160 yang Mejeng di IIMS 2026
-
17 Ribu Anak Kabupaten Bone Putus Sekolah, Kasus Ini Jadi Alarm
-
7 Ide Kegiatan Valentine Buat yang Single, Saatnya Me-Time Sepanjang Hari!
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
-
BRI Integrasikan QRIS Tap di Super Apps BRImo, Bayar Transjakarta Makin Mudah