/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:02 WIB
pembalap tim Aprilia Racing Aleix Espargaro tak sependapat mengenai adanya Sprint Race di MotoGP 2022. (Instagram)

SuaraSumedang.id - Dorna Sports, FIM dan IRTA mengumumkan Sprint Race akan dilombakan pada MotoGP 2023.

Mengenai ide Sprint Race ini menuai banyak pro dan kontra dari para pembalap MotoGP.

Satu di antaranya, yakni rider tim Aprilia Racing Aleix Espargaro dengan tegas menolak ide Sprint Race MotoGP 2022.

Menurutnya, Sprint Race bukanlah solusi terbaik, yang dinilai justru akan menimbulkan risiko tinggi bagi para pembalap MotoGP.

Namun, sejumlah petinggi tim balap MotoGP dan para rider lain justru mendukung penuh dengan adanya Sprint Race digelar setiap Sabtu.

Tepi beda pandangan dengan Aleix Espargaro. Menurut pembalap asal Spanyol itu, memang sebagian pihak mendukung adanya Sprint Race.

Kendati begitu, Aleix Espargaro tetap teguh dengan pendapatnya sendiri.

Sprint Race dinilainya bukan solusi, justru malah akan menimbulkan risiko bagi para pembalap.

Pasalnya, jika balapan tersaji dengan jumlah 44 lap, itu terlalu banyak baginya.

Baca Juga: Reka Ulang Peristiwa Penembakan Brigadir J di Duren Tiga, Polri Hadirkan Seluruh Tersangka

"Saya yakin manajemen MotoGP percaya Sprint Race adalah ukuran terbaik untuk pertunjukan yang lebih baik dan untuk olahraga. Saya tidak sependapat," kata Aleix Espargaro, dilansir dari Speedweek.

"Saya rasa itu bukan solusi. Risikonya terlalu tinggi dengan 44 balapan terlalu banyak di kelas MotoGP," ucap rider berusia 33 tahun itu.

"Mereka bilang itu waktu lintasan yang sama, tapi itu omong kosong. Karena itu tidak sama apakah Anda mengikuti Fp4 atau balapan yang mendapatkan poin."

"Tapi saya akan mencoba, dan kami harus beradaptasi dengan kejuaraan. Sekarang itu pilihan Anda, kita harus menghadapinya. Tapi mungkin itu solusi yang  bagus," kata dia.

Load More