- Permintaan obligasi pemerintah Indonesia menurun drastis akibat kekhawatiran MSCI mengenai kelayakan investasi negara tersebut.
- Rasio penawaran lelang obligasi mencapai titik terendah satu tahun terakhir, meskipun nilai jual melebihi target indikatif.
- Kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun dipicu oleh aksi jual investor asing dan isu independensi Bank Indonesia.
Suara.com - Permintaan terhadap obligasi pemerintah Indonesia turun ke level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Hal ini terjadi setelah bursa saham Indonesia ambruk dipicu kekhawatiran penyedia indeks MSCI Inc. terkait kelayakan investasi Indonesia.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah menjual utang senilai Rp36 triliun (setara RM8,43 miliar) dalam lelang hari Selasa (3 Feb), angka yang sebenarnya lebih tinggi dari target indikatif.
Namun menurut Bloomberg, Rabu (4/2/2026) rasio penawaran masuk terhadap target (bid-to-target ratio) merosot ke angka 2,32, yang merupakan level terendah dalam setahun terakhir.
Peringatan MSCI pekan lalu mengenai transparansi kepemilikan saham menyebabkan pasar saham Indonesia mengalami penurunan tertajam sejak Krisis Keuangan Asia.
Investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) obligasi Indonesia sebesar 202 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,39 triliun pada Rabu dan Kamis pekan lalu, sebelum para pejabat OJK serta Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana reformasi pasar untuk menenangkan suasana dan menarik kembali aliran modal masuk.
Sebelumnya obligasi Indonesia sudah tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran terkait disiplin fiskal, pelemahan nilai tukar rupiah, serta independensi bank sentral pasca penunjukan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun telah naik sekitar 25 basis poin sepanjang tahun ini menjadi sekitar 6,31 persen.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membela rekam jejak ekonomi pemerintah dalam sebuah wawancara di forum bisnis di Jakarta pada Selasa (3/2/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap patuh pada aturan yang membatasi defisit fiskal maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Jaminan dari Menteri Keuangan bahwa ambang batas defisit akan dipertahankan dan kecil kemungkinan terjadinya kembali skema burden sharing seperti tahun 2021 seharusnya dapat membantu menahan kenaikan imbal hasil," ujar Radhika Rao, ekonom senior di DBS.
Baca Juga: Obligasi Jepang Berguncang, Yield JGB Sentuh Level Tertinggi Sejak 1999
Berita Terkait
-
Bibit Anggap ORI029 Jadi Pilihan Investasi yang Aman dan Bijak
-
Danantara Bikin BUMN Tambang Baru, Purbaya Sebut Lebih Untung Daripada Beli Obligasi
-
Kemenkeu Terbitkan SBN Pertama 2026, Incar Dana Rp 25 Triliun
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Mengenal ORI029: Imbal Hasil Tetap Hingga 6 Tahun dan Cara Beli
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket