/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 17:07 WIB
etua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut pernah sembah pengacara Kamaruddin Hendra Simanjuntak. (Instagram @aniyudhoyono)

SuaraSumedang.id - Klaim pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Hendra Simanjuntak terkait kabar mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai menyembah Kamaruddin menuai banyak kritik.

Kritik pedas ddilontarkan Ketua Dewan kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, yang menyarankan Kamaruddin fokus saja mengurus kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nopriansyah Yosua.

Hinca meminta Kamaruddin tidak membicarakan hal yang di luar konteks kasus yang menjerat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo.

"Saya kira banyak yang berkomentar kan publik pun, fokus saja lah (urus Perkara Brigadir J) ke tugas-tugas profesi dia yang kita menunggu hasilnya, nanti kalau sudah ditarik-tarik kejauhan rasanya offside dia," kata Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2022), melansir dari Suara.com.

Hinca menegaskan, ucapan Kamaruddin itu ngawur dan sudah ditanggapi oleh kader-kader Partai Demokrat. Secara tidak langsung, Partai Demokrat sudah membantah klaim Kamaruddin yang menyebut bahwa SBY pernah menyembah kuasa hukum keluarga Brigadir J tersebut. 

"Kita pastikan Pak SBY tidak pernah menyembah Kamaruddin. Dalam unggahan itu dia menyebut Pak SBY-nya yang menyembah dia, karena itu somasi yang disampaikan kader-kader Partai Demokrat itu logis, dan dia harus menjawab itu, jangan ke sana ke mari," bebernya.

Sebaiknya, lanjut Hinca, Kamaruddin meminta maaf atas klaimnya terkait SBY. Meminta maaf, kata dia, merupakan bentuk kerendahan hati seseorang yang melakukan kesalahan.

"Ya sudahlah kalau memang anu (keliru) minta maaf aja lah, kan enggak ada salahnya," kata Hinca.

Diberitakan sebelumnya, DPP Partai Demokrat sudah melayangkan somasi kepada Kamaruddin akibat pernyataannya yang menyebut dirinya pernah disembah SBY semasa menjadi presiden karena Kamaruddin membongkar kasus Wisma Atlet Hambalang.

Baca Juga: Ekosistem Industri di Indonesia Dinilai Progresif di Ajang DEWG, ITF: Wadah Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Load More