/
Minggu, 04 September 2022 | 12:30 WIB
Ilustrasi stok beras bulog. Pemerintah memastikan stok pangan dan beras tersedia hingga akhir tahun 2022. (Suara.com/F Firdaus)

SuaraSumedang.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah secara intens memonitor, dan mengevaluasi penerapan kebijakan pangan nasional agar sesuai dengan kondisi terkini.

Hal tersebut dilakukan, ia melanjutkan, agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.

Oleh sebab itu, pemerintah memastikan stok beras nasional, dan bahan pangan lain tersedia hingga akhir 2022.

"Dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kebijakan Pangan, diputuskan yang pertama tentang kebijakan pembelian gabah atau beras petani dengan fleksibilitas harga," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dilaksanakan Jumat (2/9) pun memutuskan Badan Pangan Nasional menugaskan kepada Perum Bulog dalam rangka penguatan stok cadangan beras pemerintah untuk melakukan pembelian gabah atau beras dengan menggunakan fleksibilitas harga.

Panen gadu pertani diperkirakan akan menghasilkan panen sebesar lima juta ton. Maka Bulog diharapkan dapat menyerap sampai dengan 1,2 juta ton dengan fleksibilitas harga.

Airlangga menjelaskan, pada Agustus 2022 bahan makanan mengalami deflasi sebesar 2,64 persen (mtm).

Secara rinci, komoditas bahan makanan yang memberikan andil deflasi pada Agustus 2022 yakni bawang merah 0,15 persen, cabai merah 0,12 persen.

Kemudian, cabai rawit 0,07 persen, minyak goreng 0,06 persen, daging ayam ras 0,06 persen, tomat 0,03 persen, ikan segar, jeruk, dan bawang putih masing-masing 0,01 persen.

Baca Juga: Jokowi Bagikan Langsung BLT BBM Rp150 ribu per Orang untuk Empat Bulan di Bandar Lampung

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil dalam inflasi yakni telur ayam ras dan beras masing-masing 0,02 persen.

"Dari angka tersebut, kemarin kita juga telah rapat dengan seluruh gubernur, dan meminta seluruh gubernur untuk membantu menekan inflasi melalui berbagai upaya, antara lain dengan operasi pasar, dan mengatur transportasi sebagai dukungan memperlancar distribusi," kata Airlangga.

Sumber:ANTARA

Load More