- Timnas Indonesia akan menjamu Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, dan Kepulauan Solomon dalam ajang FIFA Series 2026 di SUGBK pada 27-30 Maret.
- Bulgaria menjadi lawan terkuat dengan status peringkat 88 FIFA dan reputasi mentereng sebagai mantan semifinalis Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
- Selain Bulgaria, skuad Garuda wajib mewaspadai kekuatan fisik Saint Kitts and Nevis serta stamina prima Kepulauan Solomon di turnamen ini.
Suara.com - Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat dalam ajang FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada akhir Maret mendatang.
Salah satu calon lawan yang paling menyita perhatian adalah Bulgaria, tim kuat Eropa yang pernah menorehkan sejarah emas sebagai semifinalis Piala Dunia 1994.
Kehadiran negara berperingkat 88 Ranking FIFA tersebut dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Garuda dalam turnamen internasional yang diikuti empat negara ini.
Reputasi mentereng Bulgaria di kancah sepak bola dunia membuat mereka diunggulkan sebagai kandidat lawan paling tangguh dalam grup yang dimainkan di Jakarta.
Meski performa mereka sempat mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, wakil Eropa Timur ini tetap memiliki kualitas individu pemain yang berada di atas rata-rata.
Organisasi permainan yang disiplin serta kemampuan transisi serangan balik cepat menjadi senjata utama tim berjuluk The Lions yang wajib diwaspadai oleh lini pertahanan Merah Putih.
FIFA Series 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung secara serentak pada tanggal 27 hingga 30 Maret 2026 dengan melibatkan total 48 negara di seluruh dunia.
Setiap tim peserta diwajibkan memainkan dua pertandingan selama jeda internasional untuk mengukur kekuatan taktik dan berupaya memperbaiki peringkat dunia.
Selain Bulgaria, Timnas Indonesia juga kedatangan tamu dari zona CONCACAF yakni Saint Kitts and Nevis yang kini menduduki peringkat 154 dunia.
Baca Juga: Intip Statistik Mentereng Elkan Baggott Bersama Ipswich Town di Piala FA
Kekuatan fisik dan kecepatan lari menjadi ciri khas permainan negara Karibia tersebut yang berpotensi merepotkan jika tidak diantisipasi sejak awal laga.
Lawan ketiga adalah Kepulauan Solomon yang dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional di kawasan Pasifik dengan peringkat 152 dunia.
Kekompakan tim dan stamina prima menjadi modal utama Kepulauan Solomon untuk memberikan kejutan di hadapan publik Jakarta.
Turnamen ini menjadi momentum krusial bagi pelatih untuk menguji mentalitas bertanding para pemain saat menghadapi lawan dengan gaya main yang beragam.
Dukungan penuh suporter di Senayan diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi Timnas Indonesia untuk menaklukkan lawan-lawan yang secara peringkat berada di atas maupun di bawah mereka.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga