/
Senin, 05 September 2022 | 22:15 WIB
Ilustrasi menabung di reksadana dan bank. (123RF)

SuaraSumedang.id – Menyisihkan sebagian uang untuk ditabung sangatlah peting, beberapa orang kerap bingung saat memilih instrumen tabungan.

Bahkan perlu diperhatikan saat memilih instrumennya, sebaiknya tidak sembarangan.

Mencoba memilih instrumen reksadana, alih-alih menabung seperti biasa di bank. Lantas bagaimana perbandingan keuntungan nabung di bank dan reksadana? 

Dalam hal pengembalian atau return, tentu saja reksadana lebih besar ketimbang bank.

Sedangkan jika kamu memilih menabung di bank maka kamu hanya akan mendapatkan keuntungan dari bunga.

Keuntungan bunga dari bank biasanya sebesar satu persen per tahun, sedangkan sistem menabung di reksadana berbeda.

Tabungan reksadana merupakan satu di antara instrumen investasi, sehingga uangmu akan diputar dalam penempatan investasi. Sementara jika menabung di bank, uangmu akan tetap berada dalam tabungan. 

Jika kamu memilih reksadana sebagai instrumen investasi maka kamu juga harus siap dengan risiko yang lebih besar daripada bank, seperti dilansir dari Suara.com Senin (05/09/2022).

Cara pengambilan uang pun tak bisa serta merta dilakukan seperti menarik saldo di ATM. Walau demikian, keuntungan reksadana bisa mencapai lima persen per tahun. 

Baca Juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Penyesuaian Tarif Angkutan di Sumedang Maksimal 30 Persen

Berdasarkan UU Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995  reksadana adalah jenis investasi yang cara kerjanya mengumpulkan uang dari investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi atau MI.

MI yang sudah mengumpulkan uang dari investor akan membaginya ke dalam penempatan investasi yang ada di pasar modal maupun pasar uang.

Return atau keuntungan yang didapatkan oleh MI kemudian dikembalikan lagi kepada investor. 

Pembagian pos reksadana ke dalam pasar modal atau pasar uang ditentukan oleh MI. Namun, sebelumnya MI melakukan screening terlebih dahulu tentang profil risiko investor. Investor akan diberi sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk menakar risiko investasi.

Pekan ini reksadana dengan kinerja paling moncer diketahui ada pada pasar uang. Sementara itu, reksadana campuran dan reksadana saham diketahui melemah. 

Uang yang disetorkan sebagai modal investasi akan ditempatkan oleh MI untuk berbagai instrumen investasi seperti membeli saham, obligasi, dan deposito berjangka.

MI dan investor keduanya sama-sama bertugas memantau portofolio atau pergerakan investasi. 

Investasi reksadana juga bukan hal sulit. Sekarang manajer investasi juga bisa dilakukan lewat aplikasi telepon pintar.

Sebagian orang menganggap reksadana merupakan investasi yang paling cocok dilakukan oleh pemula.

Dengan reksadana, seorang investor bisa membeli beberapa instrumen sekaligus tanpa memerlukan modal yang besar. Keberjalanan investasi pun dipantau secara terus menerus oleh manajer investasi. 

Walau demikian, investasi reksadana bukan tanpa risiko. Meski memiliki banyak kemudahan, membeli reksadana menemui risiko jika harga instrumen investasi mengalami penurunan, misalnya di lini saham, obligasi, atau surat berharga lain yang masuk dalam portofolio investasi.

Load More