/
Senin, 05 September 2022 | 22:35 WIB
Ilustrasi logo OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. (Suara.com/Angga Budhiyanto)

SuaraSumedang.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar turut menanggapi persoalan kenaikan BBM pertalite dan solar subsidi.

Diketahui, efek domino harga BBM subsidi yang naik, memberi perhatian ke seluruh sektor hingga perbankan.

Berdasarkan yang disampaikan ketua dewan OJK, kenaikan BBM ini dinilai merupakan jawaban pemerintah. Dalam menghadapi defisit anggaran, akibat subsidi energi yang melonjak.

Menurutnya, kalau pemerintah tidak merespon dengan kenaikan harga. Akibatnya dapat mempengaruhi kondisi ekonomi maupun pengelolaan fiskal, seperti dilansir dari Suara.com Senin (05/09/2022).

"Nah dengan kenaikan yang ditetapkan pada dua hari yang lalu memberikan penjelasan mengenai posisi dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk tetap menjalankan kebijakan fiskal yang berkelanjutan, sekalipun ketidakpastiannya terhadap harga minyak terus berlangsung ," ujar Mahendra dalam konferensi pers virtual, Senin (5/9/2022).

Sementara itu, ia memastikan kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil, meski ada kenaikan BBM subsidi.

Mahendra menyebut pemerintah telah memiliki prakiraan perhitungan terhadap perekonomian nasional.

"Namun seluruh kebijakan yang diterapkan tetap menunjukkan pertumbuhan kuat di atas 5% untuk struktur Tahun 2022," ucap dia.

Mahendra menuturkan perbankan harus memberikan kepercayaan diri masyarakat untuk bisa menyalurkan kredit.

Baca Juga: Dikenal Banyak Asuh Seniman hingga Dicap Manajemen, Dicky Candra Justru Beberkan Hal ini

Dia mengungkapkan, perbankan memiliki ruang likuiditas yang luas untuk menyalurkan kredit.

Mahendra menambahkan kredit itu bisa dimanfaatkan masyarakat untuk tetap bisa meningkakan produksi maupun melakukan investasi.

"Kami berharap akan bisa semakin memanfaatkan apa yang tadi Gambarkan antara lain di perbankan jumlah likuiditas yang secara relatif maupun Absolut masih cukup untuk disalurkan lebih banyak lagi kepada debitur baik untuk kredit modal kerja maupun investasi kalau kredit modal kerja," kata dia.

Load More