/
Selasa, 06 September 2022 | 12:31 WIB
ILUSTRASI, Presiden Jokowi lakukan rapat di Istana Bogor tepat dengan aksi demo buruh tolak kenaikan harga BBM. (YouTube/Sekretariat Negara)

SuaraSumedang.id - Bertepatan dengan adanya aksi demo yang dilakukan oleh ribuan buruh di Jakarta menolak kenaikan harga BBM.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi tengah menjalani rapat di Istana Bogor, yang disebut sudah dijadwalkan dari pekan lalu.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono pun membantah, apabila Jokowi menghindari adanya unjuk rasa demo dari ribuan buruh.

"Nggak, nggak (menghindari). Dari minggu lalu terjadwal, bahkan dari dua minggu yang lalu karena ada tamu dari negara hari Senin, kegiatan di sana terus Bapak Presiden lanjut, di sana hari Selasa lanjut kegiatan di Bogor," kata Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (6/9/2022).

Meski begitu, pihak Istana Kepresidenan pun di Jakarta tak menutup pintu bagi perwakilan aksi demo massa buruh untuk menyampaikan aspirasinya.

Bukan untuk menemui Jokowi, kata Heru, perwakilan massa aksi tersebut bisa diterima oleh pejabat di lingkungan istana.

"Ya, terkait demo ya, kita mungkin dari pejabat terkait menerimanya. Ya, mungkin dari kepala Staf Kepresidenan, dari mana, kita terima saja aspirasinya," kata dia.

Demo Buruh

Aksi massa buruh demo tolak kenaikan BBM long march ke gedung DPR RI. (Suara.com/Bagaskara) (sumber:)

Massa aksi demonstrasi tolak kenaikan harga BBM dari kelompok buruh sudah terlihat mendatangi pintu masuk (gerbang) utama Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/9/2022).

Terlihat buruh yang menggunakan seragam berwarna hitam nuansa merah pada pukul 14.00 WIB itu berjalan kaki dari arah jalan layang (fly over) Senayan Jakarta Pusat ke arah pintu utama Gedung DPR RI.

Baca Juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Aksi Massa Buruh Bawa Poster Puan Maharani Menangis

Mereka berjalan hingga menutupi hampir seluruh sisi jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi. Sebagian kendaraan pun yang melintas dialihkan ke jalur paling kanan ke jalur bus.

Kedatangan massa aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM tampak membawa berbagai macam atribut, satu di antaranya menolak harga BBM naik.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, demo buruh diperkirakan bakal diikuti 5.000 orang.

"Tujuannya adalah meminta gubernur membuat surat rekomendasi kepada Presiden, dan pimpinan DPR RI agar membatalkan kenaikan harga BBM," kata Said.

"Untuk Jabodetabek, aksi akan diikuti 3.000-5.000 orang yang dipusatkan di DPR RI. Aksi ini menuntut pembentukan panja atau Pansus BBM agar harga BBM diturunkan," tambahnya.

Adapun tuntutan yang disampaikan sebagai berikut:

Load More