Badan dan mulut kendi dihubungkan menggunakan leher yg panjang, bermanfaat menjadi pegangan.
Fungsi kendi merupakan penampung air minum yg telah matang.
Lantaran terbuat berdasarkan tanah liat, kendi bisa mengakibatkan air pada dalamnya sebagai dingin. Fungsi kendi kini diganti sang kulkas & teko.
3. Klenthing
Bentuk badan klenthing hampir sama menggunakan gentong & kendi.
Sedang pangkalnya berbentuk 1/2 bundar , tidak datar misalnya kendi & gentong.
Bentuk pangkal ini memudahkan orang waktu membawanya.
Leher klenthing lebih panjang berdasarkan gentong tetapi lebih pendek berdasarkan kendi.
Klenthing berfungsi menjadi indera buat mengangkut air berdasarkan sumbernya ke gentong.
Baca Juga: Hasil Tes Kebohongan Ferdy Sambo Tak Diungkap ke Publik, Ada Apa?
Seorang perempuan membawa klenthing menggunakan cara menggendongnya pada pinggang tanpa kain yg disebut “ngindit” atau menggendong pada punggung memakai kain.
Sedang buat lelaki biasa membawa klenthing menggunakan menyungginya pada atas ketua atau pada pundak.
Isi klenthing yg akan diangkut wajib penuh hingga lehernya.
Apabila tidak, maka air yg terdapat pada dalamnya akan goyang & mengakibatkan klenthing gampang pecah.
4. Padasan
Bentuk padasan sama menggunakan gentong hanya ditambah menggunakan lubang keci pada bagian bawah.
Fungsi padasan merupakan indera buat wudhu bagi umat Islam.
Lubang mini loka munculnya air biasa ditutup menggunakan tutup berbentuk panjang menggunakan cara disumbatkan.
Selain menjadi pajangan, kini padasan poly dipakai buat loka cuci tangan pada tempat tinggal makan bernuansa tradisional.
5. Kuali
Berbeda dengan gerabah, mulut kuali lebih lebar. Fungsi kuali merupakan buat mengolah sayur.
Sayur yg dimasak menggunakan kuali memiliki cita rasa yg khas, tidak sama menggunakan yg memakai panci.
Sayuran pada kuali biasa dimasak diatas tungku berbahan bakar kayu.
Peralatan berdasarkan gerabah kini semakin sporadis ditemukan.
Selain semakin susah buat diperoleh, alat-alat tadi jua gampang pecah waktu dipakai.
Lantaran nilai estetik & kesan alaminya, poly orang memakai alat-alat berdasarkan gerabah tadi buat pajangan.
Berita Terkait
-
Ingin Konsultasi Desain Interior Gratis Agar Rumah Lebih Nyaman, Begini Caranya
-
5 Inspirasi Desain Interior Rumah Japandi Minimalis Terbaru
-
5 Desain Interior Rumah Modern yang Ramah Anak
-
Kisah Sofah, Satu-satunya Perempuan Perajin Cobek yang Tersisa di Desanya
-
5 Elemen yang Harus Ada Dalam Interior Rumah ala Jepang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan