/
Minggu, 11 September 2022 | 12:11 WIB
ILUSTRASI Bripka berkomunikasi dengan Brigadir J rekonstruksi di TKP Saguling dan rumah dinas Ferdy Sambo. (YouTube Polri TV)

SuaraSumedang.id - Satu di antara tersangkan pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, yakni Bripka RR alias Ricky Rizal kini berbalik menyerang eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Bripka RR sebelumnya, kerap menuruti skenario Ferdy Sambo. Akan tetapi, kini berubah berubah setelah mendengarkan ucapan dari sang istri.

Keberanian Bripka RR itu, setelah mendapatkan nasihat dari sang istri serta adik dari istrinya, lantas apa yang diucapkan istri Bripka RR untuk melawan suami Putri Candrawathi?

Bripka RR, yang diduga ikuti skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J berbalik melawan mantan bosnya.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtias menyebut, diduga kemarahan Bharada E saat menjalankan rekonstruksi di TKP tewasnya Brigadir J.

Bharada E disebut marah lantaran cerita Ferdy Sambo, dan empat tersangka lain berbeda dengan kejadian sebenarnya.

Hal ini menjelaskan, jika selama ini diduga Ferdy Sambo masih melakukan skenario dalam kasus kematian Brigadir J.

Termasuk dugaan mengkondisikan Bripka RR agar memberikan keterangan pengakuan sesuai dengan skenario tersebut.

Namun, setelah didesak oleh sang istri, pengacara Bripka RR, Erman Umar mengatakan, kliennya kini siap mengungkapkan kejadian yang sebenarnya mengenai peristiwa di Magelang, dan rumah dinas Ferdy Sambo.

Baca Juga: Diancam UU ITE, Hacker Bjorka Beri Tanggapan Menohok

"Nama baik bapak kamu yang juga polisi. Ingat anak kamu, bagaimanapun anak kamu akan melihat, mau pembunuh atau apa," kata Erman menirukan nasehat istri Bripka RR, kepada awak media di Mabes Polri, Jumat (9/9).

Mendengar ucapan tersebut, Bripka RR tak kuasa menahan air matanya. Ia lantas mengaku memang sempat mengikuti skenario yang sudah dirancang oleh Ferdy Sambo.

"Memang terbawa skenario. Dia berbalik arah itu setelah mungkin Richard buka, dan dia juga didatangi adik kandung bersama istrinya," kata Erman.

Kemudian, Erman menyampaikan kesaksian Bripka RR yang saat itu menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak mati Brigadir J saat hari kejadian.

Bripka RR lebih dahulu dipanggil Ferdy Sambo untuk menanyakan tentang apa yang terjadi kepada Putri Candrawathi di Magelang.

Erman Umar mengatakan, saat itu Bripka RR mengaku tidak mengetahui apa-apa yang terjadi antara Putri Candrawathi dan Brigadir J.

Load More