/
Minggu, 11 September 2022 | 12:11 WIB
ILUSTRASI Bripka berkomunikasi dengan Brigadir J rekonstruksi di TKP Saguling dan rumah dinas Ferdy Sambo. (YouTube Polri TV)

"Dipanggil, dia (Sambo) tanya 'ada kejadian apa di Magelang? Kamu tahu nggak?. Nggak tahu. Ini ibu dilecehkan'. Dan itu sambil nangis serta emosi," kata Erman.

Kemudian, Bripka RR mengaku saat ditanya Ferdy Sambo, waktu itu Putri Candrawathi pun ada di dalam ruangan yang sama.

Ia menjelaskan, saat itu Putri Candrawathi mengaku dilecehkan oleh Brigadir J. Saat dipanggil, Bripka RR ditanya kesanggupan untuk menembak Brigadir J.

Namun, ia menolak dikarenakan tidak kuat mental, dan justru dia diminta untuk memanggil Bharada E.

"Kamu berani nembak? nembak Yosua? dia bilang saya nggak berani Pak, saya nggak kuat mental, nggak berani Pak. Ya sudah kalau begitu kami panggil Richard," ucap Erman menirukan percakapan Bripka RR dan Ferdy Sambo.

Bukan hanya itu, Bripka RR pun mengaku melihat Ferdy Sambo sempat menangis sebelum mengeksekusi Brigadir J.

Ketika ditanya lebih lanjut, Bripka RR mengaku tidak mengetahui alasan pastinya. Tetapi, ia mengetahui jika Kuat Maruf, dan Brigadir J memang sempat bertikai di Magelang.

"Saya melihat bapak menangis. Nggak biasa begitu kan. Tapi saya nggak tahu kejadian di sana," kata dia.

Baca Juga: Diancam UU ITE, Hacker Bjorka Beri Tanggapan Menohok

Load More