/
Selasa, 13 September 2022 | 13:19 WIB
Penampakan pengamanan aparat kepolisian di kawasan Patung Kuda jelang demo tolak kenaikan harga BBM (Suara.com/Rakha)

SuaraSumedang.id - Demo tolak kenaikan harga BBM bakal kembali digelar oleh serikat buruh dan mahasiswa di Kawasan Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/9/2022).

Aparat kepolisian pun sudah siaga dengan melakukan sejumlah antisipasi pengamanan jelang aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM tersebut.

Kawat berduri sudah dipasang dua lapis serta tiga lapis beton separator. Berdasarkan pantuan Suara.com, warter barrier pun terpasang melintas di depan Gedung Sapta Pesona.

Kepoisian bahkan sudah menyiapkan sejumlah kendaraan taktis, seperti RAISA, dan water cannon di balik warter barrier. Arus lalu lintas di Jalan Merdeka Barat sudah ditutup.

Pengguna kendaraan yang hendak menuju Istara Negara dialihkan menuju Jalan Budi Kemuliaan, dan Jalan Merdeka Selatan.

Penampakan pengamanan aparat kepolisian di kawasan Patung Kuda jelang demo tolak kenaikan harga BBM (Suara.com/Rakha) (sumber:)

Namun, hingga kini belum terlihat adanya massa aksi baik buruh maupun mahasiswa yang tiba di loksai tersebut.

Tetapi, beberapa perseonel polisi sudah terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk melakukan pengamanan.

Ribuah personel gabungan TNI/Polri pun diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi kelompok buruh dan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM tersebut.

Kabib Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan mengatakan, total personel yang diterjunkan sekitar 6,142 orang untuk mengamankan demo buru dan mahasiswa.

Baca Juga: Duel Arema vs Persib: sang Ayah Mengaku Bingung Lihat Zola dan Beckham Bentrok di Lapangan

"Kekuatan personel pengamanan sama seperti kemarin 6,142," kata Zulpan kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Zulpan menyebut, total massa aksi yang akan turun ke jalan hari ini diperkirakan mencapai 1.900 orang.

Mereka meliputi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Konfedrasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), dan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

"Gebrak 1.000, KPBI 200, dan UNI sekitar 700," kata dia.

Sumber:Suara.com

Load More