/
Kamis, 15 September 2022 | 09:28 WIB
ILUSTRASI gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia Selatan Jawa. (BMKG)

SuaraSumedang.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi 4-6 meter yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia, Selatan Jawa.

Berdasarkan keterangan dari BMKG, disebutkan gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 15-17 September 2022.

BMKG menerangkan pola angin wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Dayat dengan kecepatan angin berkisar 6-15 knot.

Sedangkan, wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten dan Samudra Hindia, Selatan Jawa.

Selain gelombang tinggi hingga 6 meter di Samudera Hindia, Selatan Jawa, kondisi ini pun menyebabkan peningkatan gelombang tinggi 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di perairan utara Pulau Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue, dan Samudra Hindia Barat Aceh-Kepulauan Simeulue.

Tak hanya itu, juga berpeluang terjadi di perairan selatan Banjarmasin-Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sawu bagian utara, perairan selatan Pulau Timor.

Kemudian perairan Menui-Kendari perairan Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, perairan selatan Kepulauan Sula, Laut Maluku bagian utara, perairan Kepulauan Kei-Aru, Laut Arafuru, perairan utara Pulau Biak-Papua.

Sedangkan gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan.

Baca Juga: Tanggapi Soal BLT BBM, Rizal Ramli: Formalitas Saja, Alat Pencitraan Jokowi!

Teluk Lampung bagian selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai-Lampung, Selat Bali-Lombok bagian selatan, Selat Sumbar bagian barat, perairan selatan Pulau Sumbar, perairan Pulau Sabu, Perairan Kupang, Pulau Rote, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Bali-NTT.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat beresiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot, dan tinggi gelombang di atas 1, 25 m).

Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 kno, dan tinggi gelombang di atas 1,5 m),  serta Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m).

Lalu kapal ukuran besar, seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m.

Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Sumber:ANTARA

Load More