- Aliansi Perempuan Indonesia (API) mengkritisi kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis, karena berpotensi eksploitasi bagi perempuan pekerja.
- Kebijakan kerja fleksibel membuat buruh perempuan rentan PHK dan sulit menuntut hak seperti upah serta jaminan sosial.
- Program makan bergizi gratis berdampak negatif pada kesehatan, mata pencaharian perempuan, serta mengubah pola konsumsi pangan lokal.
Suara.com - Aliansi Perempuan Indonesia (API) menyoroti arah kebijakan ekonomi pemerintah hingga program makan bergizi gratis (MBG) yang memengaruhi perekonomian perempuan Indonesia.
Mutiara Ika dari Perempuan Mahardhika menilai arah kebijakan ekonomi negara yang menempatkan pekerja dalam sistem kerja fleksibel yaitu situasi di mana tidak terdapat kepastian kerja dan pendapatan, menempatkan tubuh perempuan sebagai target eksploitasi.
Dia menyebut buruh perempuan terjebak dalam kontrak pendek, outsourcing, dan kerja informal yang membuat mudah di-PHK, sulit menuntut hak atas upah, hak maternitas, jaminan sosial, termasuk kebebasan berserikat.
“Ketidakpastian ini adalah alat kontrol yang menumbuhkan rasa takut kehilangan pekerjaan. Beban kerja berlebih, jam kerja panjang mengkondisikan buruh terasing dari lingkungan sosial. Selain itu, beban domestik yang masih melekat pada buruh perempuan, membuat kelelahan fisik dan mental yang tak berkesudahan,” kata Ika dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (14/2/2026).
Keprihatinan juga dia sampaikan terhadap pekerja rumah tangga (PRT) yang bekerja di ruang privat tanpa pengawasan dan mekanisme pengaduan yang kuat.
Menurut Ika, hubungan kerja yang dianggap personal membuat hak dasar seperti jam kerja, libur, dan upah layak sering kabur, sementara hukum belum hadir sebagai pelindung nyata. Dia juga menyoroti Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang belum dianggap urgent oleh pemerintah, sehingga belum tuntas pembahasannya.
“Akibatnya, baik buruh perempuan maupun PRT hidup dalam kerentanan, posisi tawar melemah, dan ancaman kehilangan pekerjaan yang bisa berdampak bukan hanya bagi dirinya, tapi pada anggota keluarga yang lain,” ujar Ika.
Pada kesempatan yang sama, Ika juga mengkritisi program MBG yang dinilai berdampak pada kesehatan dan perubahan pola konsumsi.
Dia menilai kualitas makanan yang tidak bergizi, tidak bersih, dan tidak tepat dalam program ini berdampak pada kesehatan perempuan dan anak-anak, khususnya yang mengalami keracunan.
Baca Juga: Massa Emak-emak Geruduk Mapolda Metro Jaya: Bebaskan Delpedro Marhaen dkk Tanpa Syarat!
Selain itu, sistem rantai pasok MBG juga dinilai telah menyebabkan perempuan kehilangan mata pencaharian di kantin sekolah, atau tidak mendapatkan pasokan untuk berjualan sayur karena berebut ruang dengan dapur MBG yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok di pasar.
“Pilihan menu yang tidak berlandaskan pada pola pangan konsumsi lokal yang telah dirawat oleh perempuan turun temurun, dan merubah nilai bahwa makanan dihitung dari komponen gizi dengan menghilangkan penghormatan pada kerja perawatan dan pengetahuan perempuan,” tutur Ika.
Total anggaran MBG 2026 sangat fantastis sebesar Rp 335 triliun yang 83,4 persen berasal dari anggaran dana pendidikan. Dengan memasukkan MBG ke dalam anggaran pendidikan, negara menggeser makna pendidikan dari proses jangka panjang (pengetahuan, riset, kualitas guru) menjadi pemenuhan konsumsi semata,” tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Kondisi Air Laut Aman, BMKG Ingatkan Warga NTT Hindari Bangunan Retak Usai Gempa
-
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda untuk Pemain Timnas Indonesia, Skuad Garuda Bisa Terdampak
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review
-
5 HP POCO untuk Gaming Kasual hingga Kelas Berat, Terbaik Mulai Rp2 Jutaan
-
Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik
-
Aksi Heroik Marinir Lampung Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara 74 Meter
-
25 Promo Makanan dan Minuman 17 Agustus, Ada Paket Menarik Rp17 Ribuan
-
Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor
-
Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI
-
Sinyal NTT Lumpuh! Gempa M 7,7 Hantam 200 BTS, Komdigi Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan