/
Jum'at, 16 September 2022 | 14:59 WIB
Najwa Shihab kritik oknum polisi hedon. (YouTube/Najwa Shihab)

SuaraSumedang.id - Kepolisian sebagai instansi pemerintah pengayom masyarakat, sekarang tidak henti-hentinya selalu menjadi sorotan publik.

Pandangan publik mengenai instansi ini terkesan banyak harta, sehingga memiliki gaya hidup hedonisme.

Hal tersebut seringkali gaya hedonisme yang kerap ditunjukkan para anggota atau keluarganya.

Selain itu terdapat informasi mengenai seorang istri Kapolres yang pamer sepeda, seharga ratusan juta pun kembali jadi perbincangan.

Setelah disinggung oleh beberapa tokoh, seperti Jubir Istana Johan Budi dan presenter Najwa Shihab. Siapa kira-kira?

Sebelumnya, Najwa Shihab menjadi orang yang berani mengkritik hal tersebut.

Terdapat dalam video yang tengah viral di media sosial. 

"Polisi ini kerap kali nggak malu dan sungkan, mempertontonkan kemewahan atau gaya hidup hedon," ujar Najwa Shihab di kanal akun YouTube-nya.

Nana (begitu ia disapa) juga menambahkan sempat menyindir para polisi, yang kerap kali memamerkan hidup mewah di depan publik.

Baca Juga: Moeldoko Geram! Minta BSSN Tindak Tegas Pengganggu Kedaulatan Data Indonesia

"Nggak sungkan pamer kemewahan, dan bukan cuma polisinya keluarganya juga, ada istri kapolres yang nggak malu tuh pamer foto di Instagram naik sepeda dengan harga Rp 300 juta," imbuhnya.

Namun, berdasarkan penelusuran Suara.com, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut terkait sosok istri Kapolres yang dimaksud.

Adapun nama atau siapa Kapolres-nya bahkan tidak diketahui.

Lalu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (24/8/2022), anggota Komisi III DPR RI Johan Budi juga mengungkap hal serupa.

Johan menuturkan gaya hidup yang hedon seorang istri kapolres atau kapolsek yang memamerkan sepeda senilai Rp300 juta. Menurutnya, langkah tersebut menyakitkan.

Najwa Shihab pun merasa bahwa gaya mewah atau hedon di kalangan polisi ini memang menjadi pertanyaan oleh masyarakat sipil.

Load More