SuaraSumedang.id - Beredar kabar dana bantuan langsung tunai subsidi bahan bakar minyak (BLT BBM) di Kelurahan Tahun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat diduga terjadi pemotongan.
Kabarnya ada seorang warga yang termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT BBM diminta uang Rp30.000 dan ditukarkan dengan kupon gerak jalan, serta barcode untuk pencairan dana bantuan sosial tersebut.
Menanggapi kabar itu, Lurah Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Rinny Mulyati menyesalkan adanya kesaksian palu dari warganya yang memberikan pernyataan ke wartawan, dan dikutip media cetak, online hingga televisi soal pemotongan dana BLT BBM untuk kupon gerak jalan di wilayahnya.
Menurut Rinny setelah ditelusuri ternyata kabar itu bohong, dan warga yang memberi pernyataan ke wartawan pun mengaku disuruh orang lain.
"Saya menyayangkan atas tersiarnya berita yang tidak benar tersebut. Akhirnya jelas bahwa itu itu merupakan berita bohong dari narasumber berita yang tidak dapat dipercaya," kata Rinny.
Ia menyampaikan, bahwa Kelurahan Talun melakukan penelusuran, dan akhirnya warga bernama Dadang Juhana, yang sebelumnya mengaku dipotong uang bantuan untuk membeli kupon gerak jalan ia memberikan keterangan palsu kepada wartawan.
Dadang saat dikonfirmasi pada Minggu, (18/9/2022) menyebutkan, dirinya memberikan memberikan keterangan plasu atas dasar perintah dari pihak lain dan diberi sejumlah uang.
Disebutkan pula, jika ia mengaku bahwa dirinya bukan termasuk KPM penerima BLT BBM.
"Saya Dadang Juhana, memohon maaf sebesar-besarnya membuat statement yang membuat gaduh warga Sumedang, khususnya buat warga Talun."
Baca Juga: Semrawut Sekolah di Jawa Barat, Kabid Pendidikan HMI Badko Jabar Angkat Bicara
"Pribadi saya minta maaf. Saya nggak menerima BLT. Saya disuruh sama orang-orang yang nggak tanggung jawab. Mohon maaf," ucapnya.
Kemudian Lurah Talun menegaskan, bahwa tidak benar ada pemotongan, dan pembelina kupon gerak jalan yang disalurkan oleh para Ketua RW/RT.
"Saya tidak membenarkan adanya pungutan atau potongan pada BLT BBM di wilayah saya. Semua harus utuh diterima masyarakat," tegas Rinny.
Kabar pemotongan berkembang di saat pembagian BLT BBM pada 13 September 2022 di kantor Kelurahan Talun menjelang acara Milangkala Kelurahan Talun pada 18 September 2022, yang dimeriahkan dengan gerak jalan santai berhadiah.
"Tidak ada paksaan atau mengarahkan untuk membeli tiket gerak jalan kepada para penerima BLT. Para Ketua RW/RT hanya menawarkan untuk kesediaan partisipasi," kata Rinny.
Di kelurahan Talun sendiri jumlah penerima BLT BBM semuanya ada 592 Kepala Keluarga (KK), dan telah disalurkan 100 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Indonesia Kalah Telak Soal Head to Head dari Iran di Piala Futsal Asia
-
Kenapa Anak Usaha Kementerian Keuangan Berani Suap Hakim? Ini Penjelasan KPK
-
Waspada Jebakan Swasembada Beras: HKTI Jabar Desak Pemerintah Prabowo Lakukan Lima Langkah Strategis
-
Misteri Keanu AGL Cs malah Ucapkan Terima Kasih ke Mantan Pacar Lula Lahfah, Bukan Reza Arap
-
Persib Rekrut Sergio Castel, Sosok Ini Tergeser dari Tim
-
Cek Harga Jimny Bekas Terkini: Benarkah Harga 2 Kali Lipat Mobil Listrik Jaecoo J5?
-
Imlek 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Tema, Link Download Logo, Makna dan Shio
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Gempa Pacitan: Frekuensi Susulan Menurun, BMKG Imbau Tetap Waspada Meski Sudah Luruh
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit