SuaraSumedang.id - Melalui Podcast Deddy Corbuzier yang tayang di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (20/9/2022), Hotman Paris mengaku sempat sepakat menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo yang terjerat kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat.
Pengacara kondang tersebut mengatakan sempat mendapat tawaran dari tim kuasa hukum Ferdy Sambo yang memintanya menjadi pengacara mantan Kadiv Propam Polri tersebut.
Bahkan, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi pun menginginkan kinerja Hotman Paris sebagai pengacara.
"Irjen Pol. Sambo melalui tim kuasa hukumnya memita saya menjadi pengacaranya. Katanya juga ibu PC (Putri Candrawathi) juga maunya Hotman Paris," kata Hotman Paris dikutip SuaraSumedang.id dari tayangan Podcast Deddy Corbuzier.
Bahkan, Hotman Paris mengaku sempat menyetujui untuk menangani perkara yang menjerat Ferdy Sambo tersebut.
"Jujur saya sempat bilang iya dan harganya pun sudah disepakati," katanya.
Alasannya, kata dia, karena berkas data dari tim kuasa hukum Ferdy Sambo berdasarkan kesaksian ajudan Ferdy Sambo semasa menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, yang tertuang di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus kematian Brigadir J.
"Apakah ini pembunuhan berencana atau ini pembunuhan biasa, kalau Sambo kan sudah mengakui memerintahkan penembakan berarti sudah kena (Pasal) 338 (KUHP), tinggal apakah itu (pembunuhan) berencana atau tidak," beber Hotman Paris.
"Di satu pihak pengacara itu diadakan bukan untuk membela orang yang benar-benar bersih, pengacara itu ada untuk membela agar orang mendapat putusan sesuai perbuatannya," ia menambahkan.
Baca Juga: Kakang Rudianto Ungkap Kunci Sukses Timnas Indonesia Lolos Piala Asia U - 20
Semula, Hotman mengaku ada kemungkinan Ferdy Sambo tidak merencanakan pembunuhan tersebut, karena jarak waktu yang cukup singkat dari awal Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J, hingga kejadian penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo.
Saya waktu itu mau (jadi pengacara Ferdy Sambo) bukan karena saya tergoda uangnya, karena saya sudah dapat data dari tim kuasa hukumnya bahwa ada arahnya ini seolah-olah bukan berencana," katanya.
"(Tampak) spontan, karena apa, begitu si ibu PC pulang dari Magelang cerita apa yang dialami di Magelang ini menurut informasi dari tim kuasa hukum hasil kesaksian para ajudan di BAP. ini di BAP loh bukan hoax seperti bahwa Irjen Pol Sambo itu menangis," ungkapnya.
Hotman Paris menegaskan saat membaca berdasarkan BAP kasus kematian Brigadir J dari tim kuasa hukum Ferdy Sambo, ia berpandangan kalau pembunuhan itu bisa saja terjadi spontan.
"Kalau seorang jenderal menangis berarti ada kejadian yang ia dengar dari istrinya yang sangat menyakiti hatinya," tukasnya.
"Emosi habis itu gak nyampe beberapa menit disuruh panggil almarhum (Brigadir J) ke rumdin, terjadilah penembakan, Jarak waktunya kurang dari satu jam. itu akan dipakai (kuasa hukum Ferdy Sambo)," tambahnya.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Akui Tak Bisa Tidur 3 Hari Usai Diminta Jadi Pengacara Ferdy Sambo
-
Polri Disebut Sudah On the Track Tolak Banding Ferdy Sambo
-
Segini Gaji Ferdy Sambo Sebagai Irjen, Sudah Dipecat Tak Berhak Dapat Gelar Purnawirawan dan Uang Pensiun
-
Bjorka Bisa Saja 'Sambo'
-
Hotman Paris Sempat Terima Tawaran Jadi Pengacara Ferdy Sambo, Frank Hutapea Ngamuk: Emang Bapak Kurang Uang?
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir
-
Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini
-
Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak
-
7 Fakta Kecelakaan Tragis di Jepara: Mobil Kijang Tabrak Anak di Halaman Rumah
-
Peneliti UGM Soroti Mundurnya Kabais TNI sebagai Indikasi Keterlibatan Kasus Andrie Yunus
-
Daftar Komponen Motor yang Wajib Diperiksa Setelah Libur Lebaran