SuaraSumedang.id - Gubernur Papua Lukas Enembe, tersangka kasus dugaan penerimaan suap tak kunjung memenuhi panggilan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), dengan alasan kesehatan.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyarankan lembaga anti rasuah tersebut mempertimbagkan hak-hak kemanusiaan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap.
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan hak-hak kemanusiaan Lukas Enembe perlu diperhatikan saat ia sedang menjalani proses hukum.
"Kami sebagai lembaga negara di bidang HAM harus menghormati proses hukum yang berjalan, tapi tentu dimungkinkan juga memerhatikan aspek-aspek hak-hak kemanusian, kesehatan dari seseorang yang sedang berproses dengan hukum," ujar Taufan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (26/7/2022), melansir dari Suara.com.
Taufan pun mengatakan hendak melakukan komunikasi dengan penyidik KPK yang menangani kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Lukas Enembe tersebut.
"Mudah-mudahan nanti ada satu solusi dalam hal kemanusiaan tadi," katanya.
Meski begitu, Taufan menegaskan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK tersebut. Artinya, kata dia, Komnas HAM tidak bisa ikut campur terkait proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Lukas Enembe.
"Dalam suatu proses hukum Komnas HAM tidak bisa mencampuri lebih jauh karena itu merupakan ranah dari lembaga lain," ungkapnya.
Komnas HAM bertemu dengan Koalisi Masyarakat Papua, melalui Dewan Perwakilan Raykat Papua, John NR Gobai. Ia mengatakan kedatangannya ke kantor Komnas HAM merupakan bentuk aspirasi masyarakat Papua.
Baca Juga: Kasus Gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe, KPK Periksa Dua Saksi
"DPRP telah menerima aspieasi itu pada tanggal 20 September di Jayapura. Kami datang ke Komnas HAM terkait dengan proses hukum Lukas, kami menyampaikan aspirasi masyarakat terkait keshetaan beliau yang masih memerlukan pengobatan," kata John.
Untuk itu demi kemanusiaan kami meminta pihak KPK mempertimbangkan kondisi kesehatan dengan memperlakukan seecara manusiawi. Tidak mengambil langkah-langkah yang dapat kami duga dapat menimbulkan konflik. Kami mau menyelesaikan masalah tetapi jangan menimbulkan masalah baru," sambungnya.
Kedatangan John ke kantor Komnas HAM tersebut tidak hanya membahas kasus yang menjerat Lukas Enembe. Lebih dari itu, mereka membicarakan kasus mutilasi di Mimika dan kasus kekerasan yangb terjadi di Mapi. (Sumber: Suara.com)
Tag
Berita Terkait
-
Usai Diingatkan Jokowi, Lukas Enembe Minta Maaf Belum Bisa Datang ke KPK dengan Alasan Sakit
-
Tak Hadir Lagi di Panggilan KPK, Pengacara Lukas Enembe : Kaki Bengkak, Sakit Ginjal, Jantung Bocor
-
Diultimatum Jokowi Gegara Tak Penuhi Panggilan KPK, Begini Reaksi Gubernur Papua Lukas Enembe
-
'Nyanyian' Pengacara Lukas Enembe: Kepala BIN dan Tito Karnavian Pernah Lobi Posisi Wagub Papua
-
Gubernur Papua Lukas Enembe Lagi-lagi Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Pengacara: Sakit, Kakinya Bengkak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan