SuaraSumedang.id - Francesco Bagnaia cukup antusias menyambut balapan MotoGP Thailand 2022 akhir pekan ini.
Pebalap Ducati Lenovo itu, menargetkan hasil manis tanpa mengulangi kesalahan di GP Jepang akhir pekan lalu, yang menyebabkan gagal finis.
Bagnaia maupun rider lain tengah mempersiapkan diri untuk balapan di MotoGP Thailand, yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram pada Minggu (2/10/2022).
Francesco Bagnaia sebelumnya, mendapat nasib sial di Jepang lantaran ia terjatuh di lap terakhir.
Oleh karena itu, murid Valentino Rossi tersebut pun tidak mendapatkan poin karena gagal finis di Sirkuit Motegi.
Kendati begitu, Bagnaia kini sangat antusias untuk balapan di MotoGP Thailand 2022. Menurutnya, di Jepang sudah dilupakan, ia mengaku ingin fokus pada balapan akhir pekan ini.
"Saya tak sabar untuk balapan di Thailand lagi. Suasananya selalu luar biasa, pasti akan banyak fans yang mendukung kami," kata Bagnaia, dilansir dari Speedweek.
"Kembali ke motor dalam waktu sepekan setelah GP Jepang akan membantu saya melupakan balapan hari Minggu lalu," tambahnya.
Bagnaia pun tak menginginkan insiden di Jepang terulang di MotoGP Thailand. Pria berusia 25 tahun itu punya ambisi untuk tidak melakukan kesalahan sedikitpun di balapan nanti.
Baca Juga: Kick Off Persib vs Persija di BRI Liga 1 Berubah
"Saya bertekad untuk melakukannya dengan baik, dan tidak membuat kesalahan lagi," ucap Bagnaia.
Tentu wajar, jika dia tidak ingin melakukan kesalahan. Pasalnya, Bagnaia sedang menempel ketat Fabio Quartararo (Yamaha) yang saat ini memuncaki klasemen MotoGP 2022.
Saat ini, Bagnaia hanya terpaut 18 angka saja dari Quartararo. Balapan MotoGP Thailand 2022 akan berlangsung sore hari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026