/
Senin, 31 Oktober 2022 | 11:46 WIB
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengungkapkan asalan dirinya mengenakan angkot untuk ke Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (27/10/2022). (YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

SuaraSumedang.id - Anggota DRP RI Dedi Mulyadi mengakui bahwa dirinya tidak ingin mendatangi Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (27/10/2022).

Waktu itu, tepatnya lanjutan sidang gugatan cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika yang dilaksanakan dengan agenda mediasi.

Dedi Mulyadi dan Anne Ratna pun akhirnya bertemu di ruang mediasi Kantor Pengadilan Agama Purwakarta setelah sempat 6 bulan tidak bersua.

Hal tersebut, terbilang menjadi momen pertemuan Dedi Mulyadi dan istrinya, Anne Ratna sesuai bulan Mei lalu tidak pernah bertemu.

Di samping itu, sebelumnya Dedi Mulyadi sempat dua kali tidak menghadiri sidang gugatan cerai sang istri di PA Purwakarta.

Dedi sendiri memiliki alasan tersendiri dengan ketidakhadirannya sebagai tergugat dalam sidang tersebut, lantaran kesibukan tugasnya sebagai seorang legislatif.

Namun belum lama ini, Dedi Mulyadi mengaku bahwa dirinya tidak mau menghadiri sidang ketiganya di Pengadilan Agama tersebut.

"Apa yang sekarang terjadi, apa yang kemarin, kita bisa melihat perjalannya pada tempat yang tidak mau datang sebenarnya," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Senin (31/10/2022).

Tetapi kemudian, Dedi mendatangi kantor Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta tersebut dengan hanya memenuhi kewajiban Undang-Undang.

Baca Juga: Dituding Selingkuh, Nathalie Hoslcher Pamer Sosok Pria Isyaratkan bakal Segera Nikah Lagi?

"Karena kewajiban Undang-Undang yang mengharuskan saya dateng gitu kan, dan saya datang pakai angkot," katanya.

Kemudian Dedi Mulyadi menerangkan alasan dirinya mengapa memakai angkot untuk mendatangi kantor PA Purwakarta.

"Kenapa sih saya datang pakai angkot? minimal ya perjalanan menuju tempat yang sia-sia itu, hanya menyia-nyiakan waktu, hanya menyia-nyiakan hati. Tapi di balik itu ada yang mendapat hikmah, mendapat manfaat," kata Dedi.

Satu di antaranya, kata dia, anak-anak sekolah ongkosnya dibayarin dan sopir angkotnya juga mendapat keberkahan.

"Minimalnya untuk dua minggu dia (sopir angkot) nggak usah nyopir, dan minimalnya malam hari itu kalau keluarga kami lagi mendapat ujian, mungkin anak-anak kami mengalami kesedihan, minimalnya ada satu keluarga yang terkompensasi mendapat kebahagiaan," kata dia.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengatakan, walau dirinya sudah bukan lagi seorang kepala daerah di Kabupaten Purwakarta.

Load More