SuaraSumedang.id - Anggota DRI RI Dedi Mulyadi sempat dua kali tidak menghadiri sidang gugatan cerai istrinya, Anne Ratna Mustika di Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta.
Dalam sidang gugatan cerai Bupati Purwakarta, yang digelar perdana 5 Oktober 2022 lalu terkait agenda pemeriksaan kelengkapan administrasi kedua belah pihak, baik itu tergugat dan penggugat.
Kemudian, sidang kedua dilaksanakan pada 19 Oktober 2022, saat itu Anne Ratna selaku pihak penggugat terlihat datang ke kantor PA Purwakarta, sementara Dedi Mulyadi tergugat diwakili oleh kuasa hukumnya.
Berbeda dengan sidang ketiga, pada 27 Oktober 2022 dengan agenda mediasi, Dedi Mulyadi tampak hadir dan sempat berjabat tangan dengan sang istri Anne Ratna Mustika.
Dua kali mangkir dalam sidang gugatan cerai, Dedi Mulyadi rupanya punya alasan tersendiri untuk tidak mendatangi kantor Pengadilan Agama Purwakarta tersebut.
Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa dirinya pun sebenarnya tidak ingin mendatangi sidang gugatan cerai yang ketiganya itu.
"Apa yang kemarin, kita bisa melihat perjalanannya pada tempat yang tidak mau datang sebenarnya," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Senin (31/10/2022).
Kemudian Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya saat menghadiri kantor Pengadilan Agama itu hanya memenuhi kewajiban sesuai Undang-Undang.
"Karena kewajiban Undang-Undang yang mengharuskan saya dateng gitu kan," kata dia.
Baca Juga: Ini Alasan Dewi Perssik Serius Laporkan Fans Leslar ke Polisi
Di balik itu, Dedi Mulyadi menyebut kantor Pengadilan Agama sebagai tempat yang sia-sia.
"Ya, perjalanan menuju tempat yang sia-sia itu, hanya menyia-nyiakan waktu, hanya menyia-nyiakan hati," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, kuas hukum Dedi Mulyadi menerangkan mengenai agenda sidang gugatan cerai selanjutnya di PA Purwakarta.
"Kita belum kasu ke wilayah materil. Usaha untuk mempertemukan kesamaan antara Pak Dedi dengan Ambu (Anne Ratna Mustika)," kata pengacara Dedi Mulyadi menjelaskan isi agenda media, pada Kamis (27/10/2022) lalu.
Kemudian, majelis hakim meminta dalam kaukus untuk persidangan selanjutnya. "Artinya Ambu diminta dulu pendapatnya seperti apa, Pak Dedi baru nanti dua minggu yang akan datang, 8 November," kata dia.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Kronologi Kades Lumajang Diserang 15 Pria di Rumah Sendiri, Awalnya Bertamu Lalu Brutal
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Tumbang dari Malaysia, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Vietnam